Kasus HIV di Banten Meningkat

[dropcap]J[/dropcap]umlah kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immun­e Deficiency Syndrom­e (AIDS) di Provinsi Banten terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data kumulatif yang didapatkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Banten, hingga Desember 2016 tercatat ada 3.200 kasus HIV dan 1.730 kasus AIDS, 338 di antaranya meninggal dunia.

Wakil Ketua I KPA Provinsi Banten, Sigit Wardoyo mengatakan, akumulasi kasus HIV dan AIDS itu dihitung dari tahun 1998 hingga Desember 2016. Pertumbuhan pertahunnya tercatat mencapai puluhan kasus.”Pertambahan pertahunnya kira-kira puluhan kasus pertahunnya,” katanya dalam kegiatan Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) yang digelar Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Banten di Citra Land, Kota Serang, Rabu (24/5/2017) malam.

Dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten, kasus HIV paling banyak ditemukan di Kabupaten Tangerang, sementara AIDS paling banyak ditemukan di Kota Tangerang. “Sebelum Tahun 2015, HIV paling banyak ditemukan di Kota Tangerang dan AIDS di Kabupaten Tangerang, sementara dari Tahun 2015 kesini kondisinya jadi kasus HIV yang paling banyak ditemukan di Kabupaten Tangerang, sementara AIDS paling banyak ditemukan di Kota Tangerang,” ujarnya.

Belakangan ini, rata-rata penyebaran kasusnya melalui seks. Kondisi ini berbeda dengan penyebaran kasus tahun sebelumnya yang banyak didominasi melalui jarum suntik. “Kalau sekarang anak remaja sudah tren LGBT, udah pada pacaran,” ucapnya.

Ia menuturkan, pertumbuhan kasus tersebut perlu mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan, utamanya orangtua. Peran yang dapat diambil orangtua untuk mencegah penyebaran kasus ini dengan cara mengawasi pergaulan anak.”Pergaulan bebas menjadi faktor penyebab seks bebas,” tuturnya.

Kata pria yang juga Kepala Dinkes Provinsi Banten ini, upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah pertumbu­han kasus HIV dan AIDS dengan cara mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Hingga tahun 2017, sudah ada sembilan rumah sakit di Banten yang menerima layanan HIV dan AIDS.

“Rumah Sakit Umum Tangerang, Rumah Sakit Balaraja, Rumah Sakit Kodam, Rumah Sakit Siloam, Rumah Usada Insani, Rumah Sakit Umum Tangsel (Tangerang Selatan, Rumah Sakit Umum Cilegon, Rumah Sakit Krakatau Medika, Rumah Sakit Umum Adjidarmo dan Rumah Sakit Umum Berkah Pandeglang,” ujarnya.

Selain dengan rumah sakit, pihaknya juga telah mengembangkan layanan untuk HIV dan AIDS di beberapa Pus­kesmas di Banten. “Masyarakat harus tau dengan kita tahu maka dapat melakukan upaya pencegahan, yang penting pencegahan,” ucapnya.

Meski demikian, masyarakat tidak perlu mendiskriminasi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Masyarakat mestinya terlibat aktif dalam memberikan pendidikan ODHA. “Mendorong semua pihak untuk melibatkan ODHA dalam berbagai sendiri kehidupan,” katanya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here