Kasus HIV/AIDS di Tangerang Tinggi

TANGERANG, (KB).- Jumlah warga Kota Tangerang yang terjangkit HIV/AIDS tergolong tinggi. Hal tersebut diungkapkan langsung Asda II Pemkot Tangerang, Muhtarom. “Totalnya ada 1.361 kasus,” katanya saat acara Akselerasi Pokja Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Rabu (4/4/2018).

Angka tersebut terhitung dari 2004-2017. Ia mengungkapkan, penyebab dari persoalan tersebut. “Salah satu penyebabnya, adalah pergaulan bebas dan seks bebas,” ujarnya. Menurut dia, banyak warga Tangerang yang tertular dari penyakit tersebut. Mulai dari anak-anak kecil hingga kaum ibu-ibu. “Trennya dari tahun ke tahun memang meningkat,” ucapnya.

Oleh karena itu, pembentukan pokja diharapkan bisa mencegah dan mengurangi masalah tersebut. Bahkan, rencananya akan dibentuk tim khusus di setiap kelurahan. “Kami bentuk tim untuk mencari sejumlah warga yang terjangkit HIV/AIDS. Tujuannya, untuk mengobati dan mencegah, agar tidak menular lagi,” tuturnya.

Ia menyebutkan, masyarakat yang terjangkit banyak yang malu. Hal tersebut menjadi kendala bagi pihaknya. “Sehingga, mereka yang terkena HIV/AIDS ini tidak terbuka, makanya kami melakukan pencarian dan juga yang paling penting membangkitkan semangat hidupnya,” katanya.

Ia merinci, penyakit tersebut merata menyebar di tiap kecamatan yang berada di Kota Tangerang. “Paling banyak itu kasusnya di Cipondoh, karena jumlah penduduknya yang memang padat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Kemenkes RI, Anung Sugihantono menambahkan, tim khusus atau pokja pencegahan HIV/AIDS tersebut memang perlu dilakukan. Dengan melibatkan semua unsur baik itu di Bandara Soekarno-Hatta hingga wilayah yang berdekatan, yakni Kota Tangerang. “Ini dalam rangka untuk ikut serta melakukan sosialisasi,” ucapnya.

Kampanye HIV/AIDS terus digaungkan. Dengan cara pemeriksaan gratis bagi masyarakat di Bandara Soekarno-Hatta. “Upaya pencegahan supaya tidak tertular dan yang sudah tertular dapat segera diobati. Setidaknya menghapus stigma sosial terhadap penyakit dan faktor risiko HIV/AIDS ini,” tuturnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here