Kasus Dugaan Keracunan Jajanan Sekolah, Puskesmas Akan Kumpulkan Kepala SD Se-Ciruas

Dua orang siswa kelas 4 SDN Ciruas 2, Azam dan David saat menjalani perawatan di Puskesmas Ciruas, Kecamatan Ciruas, Senin (16/9/2019).*

SERANG, (KB).- Pihak Puskesmas Ciruas berencana mengundang para kepala sekolah dasar (SD) se- Kecamatan Ciruas menyusul kasus dugaan keracunan jajanan di SD Negeri 2 Ciruas pada Senin (16/9/2019) kemarin.

Kepala Puskesmas Ciruas Ari Widodo mengatakan, pihaknya akan mengundang para guru kepala sekolah dan unit kesehatan sekolah (UKS) di 46 SD se-Kecamatan Ciruas. Mereka akan diberikan penyuluhan tentang pengawasan terhadap jajanan di sekitar, agar diperbaiki.

“Paling nanti tanggal 25 atau 26 September. Terutama pengawasan makanan yang tercurigai mengandung bahan tambahan, warna, dan rasa. Karena, mereka belum paham sampai sana,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah sempat melakukan pengawasan sekitar dua bulan lalu. Namun, karena hasilnya baik, maka tidak ada pemantauan rutin. “Karena tidak ditemukan bahan yang bisa timbulkan racun dan warna juga. Makanya enggak khawatir. Tapi kan makanan pengolahannya tiap hari jadi bisa berubah,” ujarnya.

Baca Juga : Diduga Keracunan Mi Instan, Puluhan Murid SD Dilarikan ke Puskesmas

Sementara, dua murid kelas 4 SD Negeri 2 Ciruas yang sebelumnya dirawat inap, yaitu David dan Azam diperbolehkan pulang, Selasa (17/9/2019). “Sudah pulang tadi pagi (kemarin) dan baik semuanya. Yang 22 juga alhamdulillah enggak ada yang balik lagi,” ucapnya.

Ia menuturkan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan jajanan mi goreng tersebut. “Masih tunggu hasil lab. Nanti kalau sudah keluar dikabarin,” tuturnya.

Ia mengatakan, uji lab untuk makanan atau toksikologi membutuhkan waktu lebih lama dibanding uji lainnya. “Kadang 7 hari, kadang 14 hari. Karena, toksikologi agak banyak indikator enggak kayak cek darah,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 24 orang murid SDN 2 Ciruas dilarikan ke Puskesmas Ciruas. Hal tersebut dilakukan, karena puluhan murid kelas 4 tersebut, mengalami pusing, mual-mual hingga muntah setelah mengonsumsi mi goreng di kantin sekolahnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here