Rabu, 26 September 2018

Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Kades Nambo Udik Dilaporkan ke Polda

SERANG, (KB).- Kepala Desa (Kades) Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Hasan dilaporkan ke Polda Banten. Dia dituding menggunakan ijazah palsu saat mencalonkan diri sebagai kades pada Pilkades Nambo Udik 2015.

Pelaporan kasus tersebut bermula dari informasi dari masyarakat terkait ijazah paket B (setara SMP) yang dimiliki Hasan. Sebab, masyarakat mencurigai ijazah tersebut palsu karena pihak Yayasan Nurul Muhtadin (YNM) dibawah naungan Kemenag Kabupaten Serang di Kampung Ciagel, Kecamatan Kibin, tidak pernah mengeluarkan ijazah tersebut.

Kasubdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten AKBP, Sofwan Hermanto, membenarkan laporan tersebut. Menurutnya kasus tersebut telah dilakukan serangkaian penyelidikan. Hasil dari penyelidikan, penyidik kemudian menaikan status kasus tersebut ke tahap penyidikan melalui gelar perkara di Polda Banten.

“Sudah sidik (penyidikan), sudah kita tingkatkan (dari penyelidikan ke penyidikan),” ujar Sofwan, Senin (27/11/2017). Penyidik, kata Sofwan, telah memeriksa terlapor Hasan. Dalam pemeriksaan tersebut, Hasan telah mengakui perbuatannya bahwa ijazah yang digunakan saat pilkades adalah palsu. “Terlapor sudah mengakui (ijazahnya palsu),” kata Sofwan.

Kendati telah mengakui, penyidik belum menetapkan Hasan sebagai tersangka. Penyidik masih melengkapi berkas perkara dan membutuhkan pembanding ijazah tersebut. Sebab, ijazah dikatakan palsu apabila terdapat pembanding baik berupa ijazah asli atau fotokopi yang dilegalisir.

Selain itu juga penyidik akan memintai keterangan ahli. “Penyidikan masih berjalan, sambil menunggu pembandingnya. Karena pengakuan itu komposisinya kekuatannya paling lemah karena kelak dalam persidangan bisa berubah,” ucap Sofwan.

Sofwan menjelaskan dalam penetapan seseorang menjadi tersangka penyidik harus melengkapi alat bukti yang cukup dan barang bukti yang valid. Penetapan terlapor menjadi tersangka menurutnya hal yang krusial sebab menyangkut martabat seseorang.

“Kita belum tetapkan tersangka,lebih baik kita lengkapi dulu alat bukti yang utuh dan semua data valid,” tutur Sofwan.  Sementara itu, Hasan belum bisa dikonfirmasi terkait laporan tersebut. Saat dihubungi melalui telepon seluleranya, dalam kondisi tidak aktif. (FI)***


Sekilas Info

Hari Ini, Pendaftaran CASN Secara Online Dibuka

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan tahap pendaftaran calon aparatur sipil negara (CASN) dibuka mulai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *