Karyawan Alfamart Tuntut Bonus dan Uang Lembur

Puluhan karyawan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Branch Serang) melakukan aksi di depan Gudang Alfamart yang berada di Jalan Raya Serang-Cilegon, Drangong, Kota Serang, Kamis (16/5/2019).*

SERANG, (KB).- Puluhan karyawan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Branch Serang) berunjuk rasa di depan kantornya di Jalan Raya Cilegon KM 3 Nomor 1, RT 001/13, Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Kamis (16/5/2019). Mereka menuntut perusahaan membayarkan bonus akhir tahun (BAT) dan uang lembur.

Koordinator aksi dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Cabang Alfamart Serang Fajar mengatakan, para karyawan merasa diperlakukan tidak adil.

“Manajamen di tahun ini sangat membingungkan, karena yang kebagian BAT hanya orang dalam Cabang Alfarmat Serang saja. Sedangkan para anak toko tidak kebagian BAT. Jadi kami pun mencurigai, kalau ada permainan di Kantor Cabang Alfamart Serang,” kata Fajar.

Menurutnya, pada manajemen sebelumnya seluruh karyawan Alfamart mendapat BAT. Namun, pada 2017 pembagian BAT dan uang lembur karyawan mulai berkurang setengahnya. Kemudian pada 2018 dan 2019 BAT dan uang lembur karyawan menjadi hilang.

“Ini yang menjadi pertanyaan kami. Kami juga meminta perusahaan agar mencantumkan rincian jam upah lembur pada slip gaji. Menjalankan jam kerja sesuai undang-undang yang berlaku. Misalnya, untuk shift satu dengan ketentuan delapan jam yaitu mulai pukul 07.00 sampai 15.00. Kemudian untuk shift dua, mulai pukul 14.00 sampai 22.00,” ucapnya.

Selain itu, mereka juga meminta agar perusahaan menghilangkan loyalitas jam kerja, dalam hal ini perubahan harga di malam hari. Seperti memberikan Tunjangan Masa Kerja (TMK) sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kemudian, masa kerja 1-2 tahun Rp 100.000 per bulan. Untuk masa kerja 3-4 tahun Rp 200.000 per bulan, masa kerja 4-5 tahun Rp 300.000 per bulan.

“Kami juga menuntut agar perusahaan menghilangkan Nota Barang Hilang (NBH) atau Nota Selisih Barang (NSB). Karena ini sangat merugikan karyawan. Setiap barang yang hilang atau ada kekurangan, kami karyawan yang menanggung,” ujarnya.

Sementara, belum diperoleh konfirmasi dari pihak manajemen Alfamart. Saat akan diwawancara, pihak Alfamart enggan memberikan komentar.

“Ya ini biasa, tolong jangan disebar luas ya,” ucap salah seorang perwakilan Alfamart pusat saat berada di lokasi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang Ahmad Benbela mengatakan, pihaknya mengutus petugas untuk menjembatani atau memediasi karyawan dengan perusahaan.

Ia menuturkan, jika keluhan karyawan tersebut sesuai fakta, perusahaan melanggar Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015 tentang hak-hak tenaga kerja yang harus dipenuhi.

“Kami akan berupaya melakukan penyelesaian dan memberikan solusi terbaik,” tuturnya.

Jika apa yang dituduhkan karyawan benar, kata dia, perusahaan tersebut dapat rugi sendiri karena harus membayar tuntutan yang lebih besar.

“Jadi bisa melebihi dari tuntutan yang diajukan, dan dipenuhi. Karena kan mereka nantinya akan mendapat teguran dari pemerintah dan serikat buruh lainnya,” ucapnya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here