Sabtu, 15 Desember 2018

Kartu Nikah Tunggu Surat Edaran

SERANG, (KB).- Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten, Miftahudin mengatakan, penerapan kartu nikah masih menunggu Surat Edaran dari pemerintah pusat. Menurut dia, kartu nikah akan diterapkan hanya di perkotaan saja, karena perlu diakses melalui web. Selain itu, kartu nikah juga tidak menggantikan buku nikah.

“Kartu nikah itu nantinya juga akan memudahkan masyarakat untuk keperluan yang lain. Kartu tersebut terdapat barcode yang sudah terhubung dengan Dinas Catatan Sipil (Disdukcapil),” kata Miftahudin kepada Kabar Banten, Kamis (6/12/2018).

Ia mengatakan, sejumlah daerah sudah siap menerapkan kartu nikah, hanya tinggal menunggu surat edaran dan printer untuk mencetak kartu. Ia menambahkan, meski kartu nikah itu sebagai dokumen tambahan bagi pasangan suami istri, namun hal itu tidak menambah biaya.

“Gunanya kartu nikah lebih simpel dibandingkan buku nikah. Untuk pasangan yang akan menikah tentu akan mendapatkan kartu nikah. Sementara pasangan yang sudah menikah, boleh mengajukan permohonan kartu nikah. Silakan saja kalau mau buat,” ucapnya.

Ia menjelaskan, tujuan kartu nikah tersebut untuk menghindari pemalsuan buku nikah, karena kalau kartu nikah lebih sulit dipalsukan.

“Buku nikah bisa disalahgunakan. Tapi kartu nikah tidak bisa dipalsukan, karena memiliki barcode yang tersemat di kartu tersebut. Jika dipalsukan kode tersebut tidak akan terbaca,” tuturnya.

Ia berharap program tersebut bisa berjalan dengan baik, karena tujuannya baik. Meskipun kebijakan pemerintah itu selalu ada pro dan kontra. “Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik, insya Allah tujuan baik, niat baik, bisa bermanfaat yang merasakan masyarakat sendiri,” tuturnya. (DE/YA)*


Sekilas Info

Jemaah Majlis Shubuh Safari Ziarah Banten-Jabar

SERANG, (KB).- Jemaah Majlis Shubuh Masjid Jami Nurul Huda Komplek Permata Banjar Asri Kecamatan Cipocokjaya Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *