Kamis, 21 Februari 2019

Kapolri Tinjau Proses Evakuasi Korban Tsunami

SERANG, (KB).- Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian meninjau langsung proses evakuasi korban tsunami Selat Sunda di Pandeglang.

Saat meninjau Kapolri didampingi Kapolda Banten Brigjen Pol Tomsi Tohir, Dankor Brimob, Irjen Pol Rudy Sufahriadi dan Kadiv Humas Polri Brigjen Pol. Mohammad Iqbal.

Kapolri tiba di lokasi bencana tsunami Pandeglang, Banten, dengan menggunakan helikopter Polisi Udara P-3101 dari Polda Metro Jaya, Minggu (23/12).

Kedatangan Kapolri guna melihat dampak kerusakan yang terjadi serta mengetahui apa saja yang perlu dikoordinasikan pasca bencana tsunami ini.

Dilansir portal resmi tribtratanews.go.id Kapolri beserta rombongan mengunjungi Puskesmas Carita yang merupakan salah satu lokasi yang dituju korban Tsunami untuk mendapatkan perawatan medis. Kapolri juga memantau kondisi jenazah yang dirawat di halaman Puskesmas Carita.

Sementara itu, diketahui personel Polda Banten telah bergerak ke lokasi untuk membantu evakuasi korban. Selain itu, Polri juga menerjunkan satu kompi Brimob untuk mempercepat proses evakuasi. Kapolri juga memerintahkan Polairud untuk mengirimkan kapal dan heli ke lokasi bencana untuk membantu mempercepat proses evakuasi.

Korban terus bertambah

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat jumlah korban jiwa akibat tsunami yang menerjang pantai Selat Sunda hingga Minggu pukul 13.00 WIB bertambah menjadi 168 orang.

“Terkait dengan banyaknya korban, hal itu disebabkan karena wilayah terdampak merupakan tempat tujuan wisata dan kebetulan kejadian terjadi saat libur panjang,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Yogyakarta, seperti dilansir kantor berita Antara Minggu (23/12/2018).

Selain korban meninggal dunia, menurut Sutopo, berdasarkan data yang berasal dari tiga kabupaten yang terdampak tsunami yaitu Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan, tercatat sebanyak 745 orang luka-luka, 30 orang hilang, 558 rumah rusak, sembilan hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal dan perahu rusak.

Daerah yang mengalami kerusakan paling parah, menurut dia, berada di Kabupaten Pandeglang dengan 126 korban meninggal dunia, 624 korban luka-luka, empat hilang, 446 rumah rusak, sembilan hotel rusak berat, 350 kapal dan perahu rusak, 60 warung rusak, dan kerusakan puluhan mobil serta sepeda motor.

Sejumlah akses jalan juga dilaporkan mengalami kerusakan seperti akses Serang dan Pandeglang yang terputus.
Sutopo menyebut, tsunami Selat Sunda tersebut datang secara tiba-tiba pada Sabtu (22/12) malam sekitar pukul 21.27 WIB dengan ketinggian dua hingga tiga meter.

“Tidak ada tanda-tanda, gejala atau peringatan dini dari pihak manapun terkait kejadian tersebut,” katanya.

Seluruh pihak terkait, lanjut Sutopo, masih terus melakukan evakuasi terhadap korban tsunami dengan menggunakan sejumlah alat berat dan pendataan terhadap daerah terdampak. (MH)*


Sekilas Info

Renstra Harus Sesuai Arah Pembangunan Kota Serang

SERANG, (KB).- Rencana strategis (Renstra) 2019-2023 dan rencana kerja (Renja) organisasi perangkat daerah (OPD) 2020 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *