Kapolres Pandeglang Larang Arak-arakan Kemenangan Pemilu 2019

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lustrianto Amstono.*

PANDEGLANG, (KB).- Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono melarang aksi arak-arakan merayakan kemenangan peserta Pemilu 2019 baik yang dilakukan pendukung maupun para simpatisan.

Sebaliknya, para pendukung dan simpatisan agar tetap menahan diri mengetahui dukungannya menang pada hasil hitung cepat. Kapolres Indra menilai, aksi arak-arakan tersebut akan mengganggu ketertiban umum dan memicu konflik.

“Kita imbau jangan membuat kegiatan-kegiatan yang mengganggu ketertiban umum maupun mengganggu aktivitas masyarakat, seperti konvoi, pawai dengan jumlah massa yang besar. Aktivitas itu hanya akan mengganggu masyarakat lainnya,” kata Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono saat monitoring TPS, Rabu (17/4/2019).

Kapolres Indra mengajak agar masyarakat bisa meluapkan kegembiraannya dengan menggelar syukuran atau doa bersama. Jika tetap nekat menggelar arak-arakan, maka petugas tidak segan-segan untuk membubarkan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum.

“Untuk itu, tolong hindari kegiatan yang memicu ketertiban umum dan saya akan mengecek langsung di lapangan. Apabila ada, kami akan bubarkan. Silakan rasa syukur itu disalurkan dengan ibadah atau berdoa, sehingga itu lebih bermanfaat,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengimbau agar masyarakat tidak euforia berlebihan merayakan kemenangan. Apalagi sampai melanggar ketentuan. Sebab hal tersebut hanya akan menimbulkan konflik antar kelompok.

“Nanti kalau euforia berlebihan, khawatir ada chaos di bawah yang tidak kita inginkan. Tetap istiqomah, tawadu, rendah hati, karena yang menang itu PR nya berat. Sehingga, kita harus menjaga ketertiban dan keamanan oleh semua pihak,” ucapnya.

Menurut Irna, situasi pencoblosan sudah berjalan baik. Polri dan TNI telah menjamin keamanan masyarakat sehingga tidak ada intimidasi saat mengunjungi TPS. Oleh karena itu, jangan sampai kondusivitas itu rusak, hanya karena euforia berlebihan saat capres pilihannya unggul sementara.

“Dalam pemilihan ini untuk Indonesia, setelah penghitungan jangan terlalu euforia berlebihan. Karena tugasnya belum mulai, tanggung jawabnya masih nol. Semoga tidak ada konflik di bawah setelah quick count Pilpres,” ujarnya. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here