Minggu, 22 Juli 2018

Kapal Tongkang Terdampar

PANDEGLANG, (KB).- Sebuah kapal tongkang jenis Cargo Barge 350 feet yang mengangkut batu bara diperkirakan seberat 4.500 metrik ton terdampar di Pantai Carita dekat Hotel Lippo, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Jumat (12/1/2018) sekitar pukul 03.00.

Diduga terdamparnya kapal tersebut akibat terbawa arus gelombang besar dan angin kencang. Menurut informasi warga, belum diketahui kapal tersebut asal dari daerah mana. Namun dipastikan kapal bermuatan batu bara tersebut hendak menuju PLTU 2 Labuan.

Menurut warga Carita, Yayan Supiana, malam hari kejadian banyak warga menyaksikan kapal yang terbawa gelombang besar hingga ke pinggir pantai. Diduga nakhoda kapal itu berusaha untuk tidak melawan gelombang. Akibatnya kapal tersebut terdampar di Perairan Carita tak jauh dari Hotel Lippo.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Ia mengatakan, malam kejadian kondisi arus pasang laut disertai angin kencang. “Ya, semalam kan terjadi angin kencang di laut. Gelombang laut juga naik sekitar 2 meter. Dipastikan kapal itu terdampar karena diterpa ombak besar dan angin kencang. Dan membuat kapal kehilangan kendali hingga terdampar di Perairan Carita,” kata Yayan kepada Kabar Banten, seusai memantau kondisi kapal yang masih terdampar.

Menurut dia, hingga kemarin sore kondisi kapal tersebut belum dievakuasi. Ia berharap PLTU segera mengevakuasi kapal agar batu bara tidak tumpah ke laut. “Kita berharap kapal itu secepatnya diatasi. Karena sekarang sebagian muatan batu bara sudah ada yang tumpah dan mencemari Perairan Carita,” tuturnya.

Hal senada dikatakan anggota DPRD Pandeglang E Supriadi. Ia mengatakan, kejadian kapal terdampar harus segera diatasi. Warga khawatir jika malam ini terjadi angin kencang, kapal tersebut bisa lebih terseret ombak besar ke daratan. Dan khawatir batu baranya bisa tumpah,” ujarnya. “Nanti, saya akan coba sampaikan ke PLTU. Karena kalau tidak segera dievakuasi kapal akan semakin bergeset ke darat. Bisa juga kapal terguling. Apalagi, sebagian batu baranya sudah ada yang tumpah ke laut,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Banten, Ade Ervin meminta agar agen penyedia batu bara dan PLTU 2 Labuan untuk segera berkoordinasi dengan instansi terkait dan pihak berwajib. Karena serpihan batu bara yang tumpah harus cepat dibersihkan agar tidak mencemari laut dan mengganggu wisatawan.

“Sebagian muatan batu bara tumpah di pinggir pantai. Akibatnya pantai pun menjadi kotor. Jika tidak cepat diatasi akan merugikan pengelola pantai dan mengganggu aktivitas pariwisata. Apalagi ini memasuki akhir pekan,” ujarnya. (IF)***


Sekilas Info

Teliti Burung Endemik Jawa, Pengamat Asing Kunjungi Kawasan Tahura Carita

PANDEGLANG, (KB).- Sejumlah pengamat asing asal Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Perancis dan Jerman meneliti jenis burung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *