Kandangkan Bus Melanggar Tarif

PANDEGLANG, (KB).- Sejumlah pihak merespons positif langkah Dinas Perhubungan dalam mengantisipasi terjadi pungutan tarif liar yang melebihi batas aturan yang ditetapkan pemerintah.
Dengan ditetapkannya tarif hasil musyawarah oleh pemerintah dan stakeholder di daerah, hak itu akan memberikan rasa tenang dan nyaman bagi masyarakat. “Kami minta bus jurusan Labuan-Jakarta, seperti PO Asli, Murni, untuk memang daftar tarif lebaran yang sudah ditetapkan,” kata Aang Kunaefi, pemerhati jasa transportasi, kepada Kabar Banten, Selasa (20/6/2017).

Menurutnya, angkutan jasa transportasi tersebut harus menaati ketentuan tarif lebaran, dengan rincian tarif Labuan-Pandeglang Rp 15.000, Labuan-Serang Rp 20.000 dan Labuan-Kalideres Rp 55.000. “Kalau ada sopir, kernet yang mencoba-coba memungut tarif di luar ketentuan itu, kami minta cabut trayek dan kandangkan mobilnya, atau sesuai kesepakatan pengusaha bus harus memecat sopir dan kernet tersebut,” ujar Hapid.

Untuk mengantisipasi adanya kernet dan sopir nakal, lanjut Hapid, petugas Dishub, aparat kepolisian dan Organda harus ikut memantau aktivitas angkutan jasa transportasi Labuan-Pandeglang, Labuan-Serang dan Labuan Jakarta. Meski demikian, hingga sepekan menjelang lebaran masih banyak bus Labuan-Jakarta yang membandel tidak memasang tarif lebaran. Ini harus menjadi perhatian petugas untuk segera menindak bus tersebut.

Sementara itu, Kepala Dishub Pandeglang, Tata Nanzar Riadi tidak akan main-main dengan aturan yang telah disepakati bersama stakeholder soal tarif lebaran. “Kalau ada bus yang mencoba memungut tarif liar di luar tarif yang disepakati, kami akan jatuhkan sanksi. Bisa usulkan cabut trayek, pemecatan sopir dan kernet. Sanksi itu juga bisa dikenakan bagi bus yang tidak memasang daftar tarif lebaran,” ucapnya.
Pihaknya juga mengimbau bus jurusan Labuan-Jakarta jangan ugal-ugalan karena akan mengancam keselamatan jiwa penumpang. “Kalau sampai bus kedapatan ugal-ugalan mencari penumpang dan memungut tarif diluar tarif resmi, kami tidak akan segan-segan mengandangkan bus tersebut,” tuturnya.

Ketua Organda Banten, Emus Mustagfirin mengatakan, tarif lebaran tahun ini telah disepakati pemerintah dan para stakeholder. Sesuai hasil kesepakatan, untuk tarif Labuan-Jakarta Rp 55.000, untuk Labuan-Pandeglang, Rp 15.000 dan Labuan-Serang Rp 20.000. “Ya, persoalan tarif lebaran, semuanya sudah jelas. Saya mengajak seluruh pengusaha jasa angkutan transportasi agar ikut menyosialisasikan ketentuan tarif ke sopir dan kernet. Saya pun mengimbau hindari aksi ugal-ugalan, karena akan membahayakan nyawa penumpang,” tuturnya. (H-20/H-21)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here