Kampus Merdeka, Tantangan dan Peluang Perguruan Tinggi

Fatah Sulaiman, Rektor Untirta.*

Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Prof. Fatah Sulaiman mengatakan, kebijakan kampus merdeka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), menjadi tantangan dan peluang bagi perguruan tinggi.

“Saya lihat progresif dan rasional untuk bisa berkompetisi dengan perguruan tinggi yang lain, dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Harus ada formula di era kompetitif seperti ini di dalamnya ada kebijakan yang progresif dimisalnya memberikan kebebasan belajar kepada mahasiswa,” kata Fatah kepada Kabar Banten, Sabtu (1/2/2020).

Ia menjelaskan, kebebasan belajar kepada mahasiswa dengan harapan di perguruan tinggi juga dapat pengayaan dari tempat lain. Kemudian, bisa mengenal keragaman dan sikap toleransi dan memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), selain juga memperkuat kompetensi tambahan di luar kompetensi minatnya.

“Apresiasi terhadap magang di dunia industri, itu juga diberi Satuan Kredit Semester (SKS) cukup besar yakni 2 SKS. Saya kira itu juga sangat penting, karena kompetensi penguatan dunia kerja itu juga dicover kewajiban mahasiswa,” ujarnya.

Upaya penguatan dan kolaborasi perguruan tinggi dengan dunia industri, kata dia, Untirta sudah melakukan link and match dengan dunia industri. Menurut dia, ada peluang bagus dengan diarahkan Internasional untuk percepatan daya saing perguruan tinggi.

“Yang akreditasinya internasional sudah tentu akan mendapatkan A atau unggul, tidak kerja dua kali dan itu bergantung kekuatan kita mau memilih yang A atau internasional. Kalau akreditasinya B atau C, boleh dua tahun sekali untuk mengupdate. Itu peluang dan tantangan yang harus dinikmati,” tuturnya. (DE/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here