Kampung KB Tema Sentral Dalam Program KKBPK di Provinsi Banten

SERANG, (KB).- Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Drs. Aan Jumhana M.Si mengatakan, pelaksanaan program  Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tahun 2019 di Provinsi Banten telah berlangsung selama tujuh (7) bulan, Januari-Juli 2019. Kampung KB masih menjadi tema sentral dalam pembangunan program KKBPK.

“Di tahun 2019 ini, Kampung KB semakin diperkuat dengan mengikutsertakan kegiatan pro pn dari aspek mutu pelaksanaan kegiatan sebagai penerapan dari prinsip ‘value for money’ dari setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh perwakilan BKKBN Provinsi Banten,” ujar Aan, pada kegiatan telaah program KKBPK semester I tahun 2019 dengan melibatkan OPD KB se-Provinsi Banten, di salah satu hotel di Kota Serang, Rabu (21/8/2019). Hadir dalam kegiatan tersebut, Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN, Prof. Drh. Rizal Damanik, MRepSc, PhD.

Aan mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi capaian kinerja program yang telah dilakukan dan membuat rencana tindak lanjut, serta menyusun kebijakan-kebijakan operasional program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) agar tercapai percepatan pencapaian program KKBPK di Provinsi Banten tahun 2019, ujarnya.

Capaian program KKBPK di Provinsi Banten pada semester I 2019 (Januari-Juli 2019) diantaranya peserta KB baru (pb) sebesar 51,48 % atau 154.139 akseptor KB baru dari target tahun 2019 sebesar 300.218 akseptor. “Capaian ini sudah dalam kategori baik. Namun, yang menjadi catatan adalah pencapaian peserta KB baru di Kabupaten Tangerang pada semua metode alokon masih kurang dari 26 %. Ini akan kita gali bersama sehingga dapat menghasilkan solusi peningkatan peserta KB baru khususnya di kabupaten Tangerang maupun di kabupaten /kota lainnya di Provinsi Banten,” ujar Aan.

Kemudian, pencapaian peserta KB aktif (pa) sebesar 102,40 % atau 1.652.389 akseptor KB aktif dari target tahun 2019 sebesar 2.023. 313 akseptor. Peserta kb aktif (pa) mkjp sebesar 104,05% atau 436.533 dari target sebesar 419.561. Capaian unmetneed di Provinsi Banten baru dapat diturunkan sebesar 13,05 % dari target sampai dengan desember sebesar 10,15 %.  Capaian penurunan tingkat putus pakai kontrasepsi sebesar 4,7 %. “Hal ini menunjukan bahwa kita sudah dapat mengendalikan dan menjaga keberlangsungan capaian peserta KB aktif,” ujar Aan.

Selain itu, terdapat beberapa kabupaten/kota yang mengalami minus dalam pencapaian peserta KB tambahan (additional users).  Kemudian, pembentukan rumah data baru mencapai 48,19 % atau baru terbentuk 40 rumah data di kabupaten/kota dari target 83 rumah data. Kegiatan – kegiatan pembinaan yang terdapat pada poktan (bkb, bkr, bkl, uppks) sudah tercapai 100%. Belum tercapainya kegiatan sosialisasi 1000 hari pertama kehidupan di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.  Pokja advokasi baru terbentuk di dua kabupaten kota dari target 8 kabupaten/kota. Masih rendahnya cakupan faskes dan poktan yang teregister dalam database siga, hanya Kota Tangerang Selatan yang cakupannya sudah mencapai 52,80 %.

Aan mengatakan, terdapat sejumlah kendala dalam pencapaian target, diantaranya masih belum tersedianya implant dan bahan medis habis pakai (bmhp), fokus pencapaian peserta KB baru masih seputar ganti cara, belum maksimalnya peran mitra kerja kependudukan, serta masih lemahnya advokasi para pemangku kepentingan terkait program KKBPK, ujarnya. 

Ia mengatakan, dalam peringatan puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-26 di Banjar Baru, Kalimantan Selatan. Kampung KB di Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang meraih penghargaan peringkat ke-4 (empat) sebagai Kampung KB percontohan tingkat nasional tahun 2019.

“Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kita semua. Kami mengucapkan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang terlibat terutama OPD KB Kabupaten Tangerang atas capaian prestasi tersebut. Semoga di tahun-tahun berikutnya kita semua dapat meraih prestasi lainnya dalam rangka menggaungkan program KKBPK di Provinsi Banten,” ujar Aan. 

Berdasarkan data tersebut, bahwa program KKBPK di Provinsi Banten hingga bulan Juli 2019, masih perlu peningkatan dan upaya keras dari semua pihak agar target yang ditetapkan dapat dicapai pada akhir 2019. “Dengan adanya pertemuan diharapkan dapat merumuskan kegiatan-kegiatan yang dapat mendongkrak pencapaian program KKBPK di Provinsi Banten hingga Desember 2019,” ujar Aan.

Sementara itu, Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN, Rizal Damanik menyampaikan bahwa pihaknya bertekad meningkatkan akselerasi percepatan sasaran program KKBPK. “Selama ini di tengah masyarakat, program KKBPK kurang populer. Untuk itu, pihaknya mencoba merumuskan dan me-‘rebranding’ serta mempersiapkan program yang memang mengena di masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan, salah satu program BKKBN adalah Kampung KB. Sejak Kampung KB dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2016, kampung KB menjadi lokus pembinaan keluarga. “Kampung KB merupakan kampung yang harus ditingkatkan status kesejahteraannya,” ujarnya.

Dibutuhkan Dukungan dan Sinergitas Mitra Kerja

Pada semester II 2019 ini, BKKBN Provinsi Banten akan melaksanakan sejumlah program diantaranya, peningkatan kualitas dan perluasan akses pelayanan KB, melakukan optimalisasi peran mitra utama kependudukan yakni koalisi kependudukan, Ipadi, pusat studi kependudukan dan mitra lainnya. Untuk itu, dibutuhkan dukungan dan sinergitas dari para mitra kerja terutama rekan-rekan OPD KB se-Provinsi Banten terhadap rencana – rencana strategis program KKBPK.

Selain itu, untuk memberikan bimbingan secara berkala kepada OPD KB kabupaten/kota terkait implementasi kebijakan dan strategi pengendalian kependudukan, BKKBN Provinsi Banten akan melakukan peningkatan kualitas pengelolaan dana alokasi khusus (dak) sub bidang KB tahun 2019, pelaksanaan program KKBPK di desa melalui kemitraan dengan apdesi, koordinasi dengan OPD KB kabupaten/kota terkait pencegahan stunting di 2 kabupaten/kota, pendayagunaan media production center guna mendukung advokasi dan KIE di kabupaten/kota dan peningkatan kompetensi pengelola pokja Kampung KB percontohan kabupaten/kota di Provinsi Banten. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here