Kampung KB Dinilai Efektif

PANDEGLANG, (KB).- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang, memastikan Kampung KB jadi strategi menghadapi bonus demografi.

Bonus demografi merupakan keadaan dimana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk non produktif (usia di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun).

Kepala Bidang Keluarga Berencana (KB) DP2KBP3A Kabupaten Pandeglang Ika mengatakan, menjelang bonus demografi dimulai 2019 sampai 2035 akan berpengaruh terhadap pembangunan. Oleh karenanya, ia menginginkan dukungan dari berbagai pihak untuk menghadapi bonus demografi.

“Kalau berkualitas tentu akan baik, sedangkan kalau tidak tentu akan berdampak buruk. Tentunya kita harus persiapkan dimulai dari hari ini, khususnya mulai dari janin dalam kandungan, kemudian 1 sampai 2 tahun kita cegah stuntingnya, kemudian kita pantau juga di usia remaja agar tidak anemia juga tidak terkena narkoba, agar lebih produktif dan berkualitas. Selain itu, menjadi pasangan-pasangan baru,” kata Ika kepada Kabar Banten, Kamis (25/7/2019).

Menurut Ika, kesadaran masyarakat Pandeglang saat ini masih minim terhadap KB. Soalnya, kata dia, masih memiliki stigma kuat banyak anak banyak rezeki. Sementara jumlah kematian ibu dan bayi tidak terkendali.

“Saat ini kesadaran masyarakat dalam ber-KB itu masih rendah. Dan itu akan menjadi potensi penambahan jumlah kematian ibu dan bayi, itu juga berpengaruh terhadap kesehatan,” ujarnya.

Dari seluruh Kampung KB yang tersebar di berbagai kecamatan, lanjut Ika, masih belum paham maksud dan tujuan keberadaan Kampung KB. Meski demikian, pihaknya terus berusaha menjalankan strategi pengendalian penduduk tersebut.

“Untuk Kampung KB, sampai saat ini baru ada 84 kampung, dan belum semua stakeholder itu paham dengan maksud Kampung KB. Padahal, Kampung KB adalah stategi untuk pengendalian penduduk,” katanya.

Padahal, kata Ika, setiap Kampung KB terdapat beberapa rumah data, yang nantinya keberadaan rumah data tersebut diharapkan dapat menjadi bank data penduduk sekitar.

“Di dalam Kampung KB ada yang namanya rumah data, itu ada sepuluh dari APBD, sepuluh lagi dari KKM Untirta Serang. Itu juga perlu kita bina. Untuk tahun ini rumah data itu akan diberikan seperangkat penunjang berupa laptop,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris DP2KBP3A Kabupaten Pandeglang Abdul Kabir mengatakan, dirinya menginginkan adanya sinergitas dengan berbagai pihak, karena untuk menyukseskan program KB. “Iya harus sinergi dengan semuanya, bukan hanya program KB, tapi juga program KLA,” tuturnya. (Ade Taufik/IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here