Kampung Harapan Siaga Covid-19 Bantu Warga Hingga Pelosok

SERANG, (KB).- Dalam upaya membantu menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten, Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) bekerjasama dengan Caritas Australia serta Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) membentuk kampung Harapan Siaga Covid-19. 

Direktur Program dan Kemitraan LAZ Harfa Banten Mamak Jamaksari mengatakan, pada kampung harapan tersebut ada beberapa program seperti penanggulangan dan pencegahan Covid-19. Program tersebut sudah berjalan selama dua bulan, bahkan hingga saat ini sudah ada 22 kampung harapan dan akan bertambah sebanyak 14 kampung pada Juni.

“Jadi totalnya menjadi 36 kampung harapan siaga Covid-19. Semoga program ini dapat semakin meluas, dan kampung harapan siaga Covid-19 ini menjadi langkah kita bersama untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten, khususnya,” katanya, Jumat (22/5/2020).

Bersama stakeholder terkait, mulai dari pihak perangkat desa, puskesmas, masyarakat beserta tim Laz Harfa dan DFAT melakukan sejumlah kegiatan untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang siaga terhadap pandemi Covid-19. “Seperti penyemprotan disinfektan ditempat umum, pembagian poster edukasi pencegahan preventif Covid-19, penyuluhan kesehatan, dan membuat lumbung pangan,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, pihaknya melakukan kunjungan ke kampung harapan siaga Covid-19 yang telah dibentuk di Kampung Babakan, Desa Bojongmanik, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten. “Kami juga sempat mengunjungi kampung tersebut untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada tim satgas siaga Covid-19 yang telah dibentuk sebelumnya,” tuturnya.

Ketua Satgas Siaga Covid-19 Basir mengatakan, dengan adanya program Kampung Harapan Siaga Covid-19, seluruh warga dapat lebih waspada terhadap penyebaran Covid-19 di lingkungannya. “Keselamatan warga jadi lebih terjaga, kami merasa lebih aman, karena sudah dibekali dan diberikan informasi. Solidaritas warga juga jadi terbangun lebih kuat, untuk sama-sama mencegah corona ini,” ucapnya.

Dengan adanya program tersebut juga, masyarakat, khususnya tenaga medis dapat memahami mengenai pencegahan Covid-19 di lingkungannya masing-masing. “Sehingga ketika ada warga yang pulang kampung, tamu atau orang yang berasal dari zona merah agar bisa berkoordinasi, dipantau dan didata terlebih oleh Tim Satgas Siaga Covid-19,” kata Pembina Satgas Covid-19 Reni Handayani. (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here