Rabu, 26 September 2018
Tiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang membacakan naskah saat Deklarasi Kampanye Damai Pilwalkot Serang 2018 di Alun-alun Barat, Kota Serang, beberapa waktu lalu.*

Kampanye Senyap Pilkada Kota Serang 2018

Sejak hari pertama kampanye Pilkada Kota Serang, aktivitas para pasangan calon (paslon) Pilkada Kota Serang minim tertangkap media. Mereka lebih memilih kampanye senyap dengan cara mendatangi tokoh atau warga tanpa memublikasikan ke awak media. Bukan tanya alasan. Taktik itu rupanya menjadi bagian strategi tim pemenangan untuk menggaet suara di pilkada. Seperti diakui tim pemenangan paslon nomor urut tiga, Syafrudin-Subadri Usuludin. Bagi mereka kampanye semacam itu dianggap efektif untuk menyisir dukungan dari tokoh dan warga Kota Serang.

“Kalau sekarang kan biasa. Menyisir dulu. Selalu turun kita kan menggunakan metode door to door. Ya enggak harus banyak kumpul-kumpul orang,” kata Juru Bicara Tim Pemenangan Paslon Syafrudin-Subadri Usuludin, Samuti kepada wartawan, Ahad (4/3/2018). Samuti mengatakan, sebenarnya paslon dan tim pemenangan berslogan Aje Kendor ini tetap mengunjungi warga dan tokoh di Kota Serang. Setiap hari tim mengagendakan bertemu dengan minimal lima tokoh yang dianggap dapat menggerakkan masyarakat untuk memilih. “Inilah yang dilakukan kita, akan lebih efektif door to door,” tuturnya.

Agendanya tim akan mulai melakukan kampanye secara terbuka dan publikasi di media-media mulai April sampai Juni 2018. “Bagian strategi aja, artinya kan enggak harus selalu open. Yang lain kan semua punya metode. Kota Serang ini bisa dibilang banyak penduduknya, cuma kalau dilihat dari kawasan enggak usah pakai mobil motor juga cukup,” katanya.

Berbeda dengan tim Syafrudin-Subadri, Tim Paslon nomor urut dua yakni Samsul Hidayat-Rohman lebih memilih kampanye tanpa banyak tertangkap media karena menurutnya paslon dilarang untuk memublikasikan kampanye ke media. Saat ini tim banyak menggunakan akun media sosial dan website pribadi untuk menyampaikan aktivitas paslon kepada warga Kota Serang. “Kalau kegiatan kita ada fanspage (facebook) yang sudah diserahkan ke KPU,” tutur Sekretaris Tim Pemenangan paslon nomor urut dua Samsul Hidayat-Rohman, Alit Mahesa Ramdani.

Alit menuturkan, Samsul-Rohman aktif melakukan kunjungan ke masyarakat dan tokoh di Kota Serang. Jumlah massa yang hadir disesuaikan dengan kondisi. “Ada yang memang silaturahmi ke tokoh, hanya beberapa orang. Ada juga situasinya yang memungkinkan bertemu dengan warga,” katanya. Kunjungan Samsul dan Rohman juga terkadang dibagi, Samsul mengunjungi kerabat keluarga sementara Rohman tidak jarang diagendakan mengunjungi teman atau jaringan. “Kalau Pak Rohman istilahnya temannya datang minta ditemui kita inventarisasi semua. Begitu juga dengan Pak Samsul Hidayat dari jaringan-jaringan keluarga,” ujarnya.

Ketua Tim Pemenangan Paslon nomor urut satu Vera Nurlaela-Nurhasan, Ratu Ria Maryana mengatakan, pihaknya selalu aktif menyerahkan jadwal kampanye ke KPU Kota Serang. Kampanye juga dilakukan dengan cara terbuka tanpa menutup diri dari siapapun. “Semua jadwal paslon terjadwal di KPU,” katanya.
Sasaran yang dikunjungi relatif tidak berbeda dengan paslon lain, yakni tokoh dan masyarakat sekitar yang siap dikunjungi paslon berslogan Kota Serang Cantik ini. “Tokoh dan masyarakat setempat. Untuk kampanye terbuka semua paslon dijatah setelah penetapan kemarin,” tuturnya.

Komisioner KPU Kota Serang, M Hopip mengatakan, paslon diberikan kewenangan untuk mengunjungi pendukung, warga atau tokoh di Kota Serang dalam rangka kampanye. Saat ini paslon juga sudah aktif menyampaikan jadwal ke masyarakat. “Paslon selalu aktif memberikan jadwal,” katanya. Metode kampanye yang dapat dilakukan oleh paslon meliputi rapat terbatas, terbuka dan rapat umum atau kampanye akbar. Jadwal rapat umum akan diatur kemudian oleh KPU Kota Serang. Harapannya paslon maupun tim taat pada aturan dan larangan saat kampanye. “Dilarang menyebar hoax, mempermasalahkan NKRI dan mengangkat isu SARA,” katanya.

Pengamat politik dari Untirta, Leo Agustino menuturkan, secara teori, semakin terbuka sebuah kampanye, maka akan memberi peluang yang sangat besar bagi kandidat untuk menyebarluaskan visi dan misinya. “Begitu juga sebaliknya. Tetapi ada kelemahannya juga, seperti berbiaya besar dan kecenderungan orang datang pada kampanye terbuka yang besar biasanya hanya mencari gula-gula politik,” tuturnya. Kampanye terbatas atau hanya bertemu beberapa orang saja dapat juga dilakukan sebagai bentuk membangun kesadaran bersama dalam lingkup tertentu. “Apabila sudah terbangun, maka bisa saja mereka akan membuatnya lebih besar,” ujarnya. (Sutisna)***


Sekilas Info

Hari Ini, Pendaftaran CASN Secara Online Dibuka

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan tahap pendaftaran calon aparatur sipil negara (CASN) dibuka mulai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *