Kamis, 13 Desember 2018

Kampanye Lewat Medsos, ASN Dilarang Berikan Komentar/Like

TANGERANG, (KB).- Maraknya pasangan calon yang ikut serta dalam Pilkada Serentak 2018 yang menggunakan media sosial (medsos) sebagai media kampanye, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mengimbau agar Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak salah langkah dalam menggunakan medsos.

Hal ini dikatakan oleh Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara, Irwansyah. Dia mengatakan, sebagai ASN, harus paham saat menggunakan media sosial, khususnya menjeleng Pilkada Serentak 2018. “Seorang ASN tidak boleh memberikan like dan komentar dalam medsos berkaitan dengan kampanye yang dilakukan oleh pasangan calon,” kata Irwansyah seraya menambahkan, apabila hal itu terjadi maka masuk dalam sebuah pelanggaran.

Dikatakan Irwansyah, terkait dengan media sosial, pihaknya kerap melakukan sosialisasi kepada pemerintah daerah, khususnya pada bidang kepegawaian, agar memberikan imbauan kepada ASN. “Sosialisasi ini terus dilakukan agar seluruh ASN bisa menggunakan medsos dengan baik dan tidak masuk dalam politik praktis,” katanya, Jumat (30/3/2018).

Sebelumnya, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mengimbau kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk tidak berpolitik dalam Pilkada Serentak 2018. . Menurut Irwansyah, menjelang Pilkada Serentak 2018 ini, PNS terbilang cukup besar untuk ikut serta berpolitik. “Kami mengimbau agar PNS tidak ikutserta dalam politik,” kata Irwansyah.

Irwan menambahkan, dalam pilkada serentak ini, ada tiga lembaga yang turut mengimbau agar seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bersikap netral yakni Kemendagri, Menpan, dan KASN. “Tiga lembaga ini sangat konsen dalam mengawasi ASN agar tidak terlibat politik di Pilkada Serentak 2018,” tegas Irwansyah seraya menambahkan, apabila seorang ASN terlibat maka akan diberikan sanksi yang cukup tegas.

Saat ini KASN tengah menangani 140 kasus se-Indonesia, dimana dalam sehari KASN menangani kasus 4 hingga 5 kasus. “Sanksi tersebut nanti akan diberikan kepada ASN yang terlibat melalui Badan Kepegawaian dimasing-masing pemerintahan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sekretariat KASN, Harry Mulya Zein menambahkan, fungsi dan tugas KASN adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Berikanlah pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” kata Harry Mulya Zein.

Sementara itu, ketika ditanya apakah ada laporan atau kasus ASN diwilayah Banten, pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Tangerang ini mengungkapkan, jika di wilayah Banten ada laporan terkait yang terlibat dalam politik praktis, namun untuk data-datanya masih ada di Bawaslu. “Datanya masih ada di Bawaslu. Dan, kami pun menunggunya, untuk bisa dikatakan melanggar tentunya harus ada pemeriksaan yang lebih detail,” jelas Harry Mulya Zein.

ASN  Kota Tangerang Wajib Netral

Sementara itu Pjs Walikota Tangerang M. Yusuf meminta kepada para pegawai terutama para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Tangerang untuk netral selama pelaksanaan Pilkada. “Aparatur Sipil Negara harus netral. Artinya netral ini tidak boleh memihak ke salah satu pihak. Tapi di dalam TPS boleh (milih),” ungkap Yusuf saat membuka langsung acara sosialisasi pelaksanan Pilkada Kota Tangerang 2018 di lingkup pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

Selain itu, M. Yusuf juga meminta kepada para ASN di Kota Tangerang untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanan pesta demokrasi di Kota Tangerang. “Suksesnya Pilkada itu berarti tingkat partisipasi masyarakat yang punya hak pilih tinggi. Ya mudah-mudahan diatas 70 persen. Oleh karenanya kewajiban kita itu mengajak masyarakat rame-rame menggunakan hak pilihnya ke TPS. Persoalan masyarakat mau pilih yang mana itu bukan urusan kita,” paparnya.

Yusuf juga mengingatkan akan bahaya hoax yang bisa mengganggu kondusifitas selama pelaksanaan Pilkada. Untuk itu, M. Yusuf meminta kepada para ASN dan juga masyarakat untuk berhati-hati dalam penggunaan sosial media. “Untuk itu, informasi yang bersifat hoax dan ujaran kebencian agar dihindari,” tukasnya.

Camat Tidak Boleh Cuti Hingga Pilkada

Sementara itu di Kabupaten Tangerang, Plh. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dalam Rapat Koordinasi Tim Kerja dan Tim Monitoring Kegiatan Desk Pilkada Kabupaten Tangerang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang periode Tahun 2018 -2023, mengingatkan kepada para Camat Se-Kabupaten Tangerang untuk tidak cuti hingga pilkada nanti.

“Saya berharap pilkada nanti dijalankan dengan baik dan benar sesuai aturan, dan Kepada para camat Se-Kabupaten Tangerang jangan ada yang cuti hingga pilkada nanti,” ujar Maesyal, Kamis (29/3/2018).  Menurut Maesyal melalui Dinas Kependudukan Catatan Sipil hingga saat ini pihaknya terus berupaya mengejar masyarakat untuk melakukan perekaman e-KTP.

“Yang jelas, Kami terus berupaya optimal dan meningkatkan pelayanan agar yang belum melakukan perekaman dapat segera melakukan perekaman, karena di samping kepentingan masyarakat sendiri terdapat juga kepentingan untuk bisa menggunakan hak pilihnya, khususnya dalam menjelang pilkada nanti,” imbuhnya. (DA)***


Sekilas Info

Bayi yang Ditemukan Terbungkus Plastik Akhirnya Meninggal

TANGERANG, (KB).- Bayi yang ditemukan terbungkus plastik di Perumahan Duta Garden, Kelurahan Benda, Kecamatan Benda, Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *