Jumat, 20 Juli 2018

Kalau Tidak Ingin Ditinggalkan, Perguruan Tinggi Wajib Tingkatkan Mutu

SERANG, (KB).- Sebanyak 70 peserta dari berbagai perguruan tinggi atau universitas se-Indonesia mengikuti kegiatan “Desiminasi Sistem Penjaminan Mutu Internal “ berasama Direktorat Penjaminan Mutu Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), di Aula Rektorat UIN SMH Banten, Rabu (4/7/2018).

Rektor UIN SMH Banten, Fauzul Iman mengatakan pentingnya peningkatan mutu tercantum pada pasal 52 ayat 3 UU Dikti yang didalamnya berisi menteri menetapkan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi dan standar nasional pendidikan tinggi.

“Desiminasi merupakan pencerahan untuk mendapatkan pemecahan problem yang sering terjadi di kampus baik dalam peningkatan kualitas pembelajaran maupun peningkatan akreditasi kampus,” katanya.

Ia menuturkan esensi dasar dari program deseminasi ini yaitu saling berbagi mengenai masalah-masalah yang sering terjadi dilingkungan kampus dan bagaimana menyelesaikannya. Menurut Fauzul, ada tiga poin penting yang dibahas dalam desiminasi kali ini yaitu peningkatan mutu perguruan tinggi, peningkatan mutu internal dan peningkatan mutu eksternal serta ditutup dengan klinik penjaminan mutu.

“Saling berdiskusi dan berbagi untuk saling meningkatkan kualitas mutu kampus, Selain di UIN Banten, pelaksanaan desiminasi dilakukukan dikampus lain seperti di Lombok, Padang dan Makassar,” katanya.

Sementara itu, Direktur Penjaminan Mutu Kemenristekdikti Syahrul Amillah mengatakan, UIN SMH Banten menjadi salah satu kampus yang menjadi tuan rumah pelaksanaan Desiminasi, kampus lain yang melaksanakan desiminasi seperti Makassar, Lombok hingga Padang.

“Dengan mengangkat tema “Melalui SPMI, Tingkatkan Budaya Mutu yang Berkelanjutan”, acara ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan akreditasi kampus sehingga tidak ada lagi kampus yang jurusannya tidak terakreditasi,” katanya.

Dari sekitar 25000 prodi dikampus seluruh Indonesia, masih ada 24 persen prodi yang belum terakreditasi, dan baru sedikit yang terakreditasi A. Oleh karena itu, kedepan dengan meningkatkan kualitas mutu, prodi yang tidak terakreditasi akan berkurang dan yang naik menjadi akreditasi A akan lebih banyak lagi.

“SPMI bukan akhir dari pelatihan untuk meningkatkan mutu, akan ada kegiatan lanjutan seperti Workshop, penyusunan standar hingga bimbingan teknis. Kedepan dengan meningkatkan kulitas mutu  prodi yang tidak terakreditasi akan berkurang dan yang naik menjadi akreditasi A,” katanya. (DE/MH)*


Sekilas Info

Rektor Untirta Lepas Mahasiswa KKM

SERANG, (KB).- Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Univeritas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melepas para peserta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *