Kaji Ulang Masjid di Alun-alun, Pemkot Serang Ikuti Rekomendasi Tim Ahli

SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengikuti hasil studi kelayakan (feasibility study) yang merekomendasikan, agar pembangunan Masjid Agung di Alun-alun Barat perlu dikaji ulang. Pemkot juga akan membahas lebih lanjut mengenai anggaran Rp 30 miliar yang sudah dialokasikan untuk pembangunan masjid tersebut pada APBD 2019.

Wali Kota Serang, Syafrudin mengatakan, hasil studi kelayakan pembangunan Masjid Agung di Alun-alun Barat dinilai tidak layak oleh tim peneliti. Berbagai alasan, salah satunya, yaitu alun-alun terdaftar sebagai cagar budaya. Atas rekomendasi tersebut, pihaknya akan mengkaji ulang terkait rencana pembangunan tersebut.

“Nanti akan dikaji ulang dan dimusyawarahkan lagi. Sebab, FS pembangunan masjid di alun-alun tidak layak, karena salah satunya lokasi tersebut merupakan cagar budaya,” katanya kepada Kabar Banten, Senin (17/12/2018).

Ia akan membahas mengenai anggaran yang sudah dialokasikan untuk pembangunan masjid pada APBD Murni 2019 sebesar Rp 30 miliar. “Nanti akan dibahas lagi. Anggarannya juga kan sudah masuk di murni. Kami bahas bersama akan bagaimana, harus dibicarakan bersama,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Serang, Subadri Ushuludin menjelaskan, pihaknya belum dapat menyimpulkan hasil studi kelayakan tersebut.

“Yang jadi permasalahan FS, adalah soal cagar budayanya. Ulama bulat, agar tetap berdiri di alun-alun tinggal dilihat FS ini bisa tidak dikaji ulang yang pada akhirnya semua pihak bisa menyadari dan direalisasikan keinginannya,” ucapnya.

Nantinya, pemkot akan mengundang Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten untuk membahas terkait alun-alun sebagai cagar budaya.

“Kota Serang harus punya Masjid Agung saya tetap kekeuh. Tapi, tetap jangan sampai menabrak peraturan yang ada. Jadi, FS dan detail engineering design (DED) tetap dilalui. Tapi, semestinya jangan dianggarkan dulu, harusnya FS dulu baru dianggarkan. FS ini harus benar-benar dimusyawarahkan kembali. Nanti ranahnya itu badan anggaran dan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah),” tuturnya.

Sebelumnya, tim studi kelayakan merekomendasikan, agar Pemkot Serang mempertimbangkan dan mengkaji ulang rencana pembangunan Masjid Agung di Alun-alun Barat. Sebab, jika pembangunan dilakukan di lokasi tersebut, berpotensi banjir serta penumpukan kendaraan. Selain itu, alun-alun tersebut diketahui berstatus cagar budaya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here