Kaji Ulang Amdal Peternakan Ayam

PANDEGLANG, (KB).- Anggota DPRD Provinsi Banten asal daerah pemilihan Pandeglang, Ida Ating meminta pemerintah daerah agar mengkaji ulang izin analisa dampak lingkungan atau amdal peternakan ayam di Kampung Bantarwangi, Desa Paniis, Kecamatan Koroncong. Sebab, kehadiran peternakan itu mengganggu lingkungan warga Bantarwangi.

“Saya menerima informasi dari konstituen di Pandeglang. Mereka sudah pernah membawa masalah ini ke instansi terkait, namun belum pernah ada tindakan. Saya akan mencoba turun ke lokasi untuk mengecek dampak lingkungan peternakan tersebut,” kata Ida Ating kepada Kabar Banten, seusai menemui konstituen di Pandeglang, Jumat (18/10/2019).

Kehadiran peteranakan ayam di suatu daerah, lanjut Ida, harus ditelaah lebih dulu. Sekalipun wilayah itu masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah, namun tetap proses pembangunannya tidak boleh merugikan masyarakat.

“Saya akan coba cek jarak peternakan dengan permukiman warga, termasuk dampak angkutan hasil panen ayam harus benar-benar nyaman dan tidak mengganggu masyarakat. Sebab, polusi udara akibat kotoran ternak ayam bisa mengancam wabah flu burung,” ujarnya.

Sebelumnya, warga Kampung Bantarwangi RT 12 RW 005, Desa Paniis, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, menolak keras keberadaan peternakan ayam di kampungnya. Selain mengganggu keberlangsungan kehidupan warga setempat, aktivitas mobil angkutan ternak ayam juga dianggap merusak jalan kampung.

Ketua RT 12 Kampung Bantarwangi Agus Sambas menyatakan, sejauh ini dirinya bersama warganya sudah melayangkan keberatan melalui RW, kepala desa (Kades), camat dan beberapa pihak di pemerintahan termasuk ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

”Tapi, sejauh ini responnya biasa saja. Seolah tidak ada langkah konkret. Padahal, masyarakat sudah kesal dan kesehatannya terancam,” kata Agus kepada Kabar Banten, beberapa waktu yang lalu.

Menurut dia, akibat adanya peternakan ayam tersebut hampir setiap panen puluhan armada pengangkut ayam masuk ke wilayahnya. Dampaknya adalah, lingkungan jadi rusak dan menimbulkan bau tak sedap. Sementara, jalan keluar masuk yang digunakan pihak peternakan tersebut menggunakan jalan kampung yang juga sebagai kawasan aktivitas warga. (IF/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here