Kaji Tunjangan ASN Diganti Beras

PANDEGLANG, (KB).- Anggota Komisi IV DPRD Pandeglang, Hadi Mawardi meminta pemerintah daerah agar mengkaji soal rencana mengembalikan tunjangan beras ASN tidak dalam bentuk uang, melainkan diganti beras. Sehingga ke depan kebijakan tersebut tidak menimbulkan persepsi lain di kalangan ASN.

Meski demikian, Hadi mendukung kebijakan tersebut karena bertujuan untuk memberdayakan produk petani lokal juga menghidupkan pengusaha beras lokal.

“Saya mendukung kebijakan bupati mengembalikan tunjangan ASN dalam bentuk beras, bukan uang. Tetapi tentunya harus tetap dikaji secara matang agar tidak menimbulkan persepsi lain di masyarakat dan ASN,” kata Hadi Mawardi kepada Kabar Banten, Kamis (11/10/2018).

“Iya, saya dapat informasi kebijkan itu baru akan digulirkan awal tahun 2019. Tujuannya bagus untuk pemberdayaan petani dan menampung produksi padi lokal,” ucapnya.

Seperti diketahui, Pemkab Pandeglang berencana menerapkan kebijakan soal tunjangan beras aparatur sipil negara (ASN) tidak lagi diberikan dalam bentuk uang, melainkan diganti beras. Sesuai rencana, kebijakan tersebut akan digulirkan pada awal tahun 2019.

Kabag Administrasi Perekonomian Setda Pandeglang, Tatang Muhtasar membenarkan awal tahun nanti seluruh ASN akan mendapatkan tunjangan dalam bentuk beras. Namun untuk tahap awal, tunjangan beras diterima ASN sebanyak 5 kilogram per jiwa.

“Iya, sebetulnya regulasinya sudah ada, karena gaji pegawai itu terdiri dari gaji pokok, tunjangan beras dan tunjangan jabatan. Nah, khusus tunjangan beras yang selama ini diterima dalam bentuk uang, kita kembalikan ke beras,” tutur Tatang Muhtasar. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here