Kafilah Banten Ditarget Raih Juara STQN 2019

SERANG, (KB).- Kafilah Banten diharapkan bisa merebut juara pada Seleksi Tilawatil Quran Tingkat Nasional (STQN) XXV 2019 di Pontinak, Kalimantan Banten. Diketahui, pada STQN XXIV yang berlangsung di Tarakan, Kalimantan Utara 2017 lalu, Provinsi Banten berada pada posisi ke-5. Gelaran STQN XXV 2019 akan berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat pada akhir Juni hingga awal Juli 2019 mendatang.

“Karena, bagaimanapun juara umum itu harus kami rebut. Semangat itu harus kami tumbuhkan pada para kafilah kami dan mental juara harus disiapkan,” kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Banten H Ino S Rawita pada saat memberikan arahan pada acara Pembinaan Calon Kafilah Banten Tahap I STQN XXV 2019 yang berlangsung di Hotel Le Semar Kota Serang, Rabu (10/4/2019).

Ia menyebutkan, bahwa mental juara berbeda dengan mental pengikut. “Karena, mental juara harus siap menjadi pemenang dengan catatan tidak macam-macam yang benar-benar hasil pelatihan, hasil pembinaan para kasepuhan, pembina dan kiai,” ujar Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum LPTQ Banten tersebut. Selain masalah mental juara, dia menyebutkan, bahwa fisik juga harus disiapkan.

Gubernur Banten, Wakil Gubernur Banten beserta masyarakat Banten melalui Pj Sekda Banten mengharapkan, Kafilah Banten menjadi juara pertama. “Oleh karena itu, seluruh pengurus LPTQ Banten serta Biro Kesra Setda Banten harus mendukung secara penuh terhadap kesiapan para kafilah menuju STQ XXV mendatang,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, bahwa Pemprov Banten akan memberikan apresiasi kepada para juara STQ berupa hadiah uang pembinaan. Untuk yang menjadi juara pertama akan diberikan uang pembinaan sebesar Rp 100 juta, juara kedua Rp 75 juta, sedangkan juara ketiga akan mendapatkan uang sebesar Rp 50 juta.

Pemprov Banten, menurut dia, akan memaksimalkan anggaran untuk LPTQ Banten dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan. Terakhir, dia menuturkan, tahun depan Banten akan memiliki Baitul Quran yang akan dibangun di Banten Lama dengan luas wilayah 3,8 hektare.

“Seluruh pengkajian Quran akan kami fokuskan di Baitul Quran tersebut, selain itu kami juga akan melakukan pembinaan terhadap kafilah di tempat tersebut, jadi tidak perlu diadakan pembinaan di hotel-hotel,” tuturnya. (MH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here