Selasa, 21 Agustus 2018

Kadispora Curhat Masalah ”Sport Center” Cilegon

CILEGON, (KB).- Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Kadispora) Kota Cilegon, Teten Hertiaman terkesan mengeluarkan curahan hati (curhat)-nya terkait masalah pembangunan pusat kegiatan olah raga atau Sport Center Kota Cilegon yang ditanganinya.

“Sampai dengan saat ini megaproyek sport center sudah menelan dana sekitar Rp 112 miliar, untuk persentase pembangunannya baru mencapai 35 persen. Artinya, pelaksanaan proyek yang ditarget selesai 2018 bakal mundur,” katanya saat memberi penjelasan di hadapan unsur Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek Sport Center Kota Cilegon, Kamis (23/11/2017).

Ia yang mendampingi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Kota Cilegon, Edward sempat melakukan pertemuan dengan para anggota dewan. Tampak sejumlah anggota Komisi II hadir di lokasi megaproyek yang berlokasi di Kawasan Seruni, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon tersebut, di antaranya Syarif Ridwan, Yusuf Amin, Alimudin, dan Badar Gumelar.

Seusai melakukan pertemuan dengan wakil rakyat Kadispora, dia menuturkan, pembangunan sport center dipastikan mundur dari target yang telah ditentukan, yakni 2018. Alasan mundurnya target peresmian area olah raga yang disebut-sebut menjadi kebanggaan warga Kota Cilegon tersebut, menurut dia, karena masalah penganggaran, mengingat untuk melakukan finishing semua pekerjaan dibutuhkan tambahan biaya sekitar Rp 100 miliar.

“Kami mendapat alokasi kucuran dana dari APBD Kota Cilegon sekitar Rp 25 milyar dari pengajuan Rp 51 miliar, kemudian dari APBD Provinsi Rp 4,5 miliar. Dana tersebut jelas sangat kurang mengingat banyak yang harus diselesaikan,” ujarnya.

Harus diselesaikan

Ia mengatakan, beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan, di antaranya lintasan atletik, parkir mobil, dan lampu stadion sebagai syarat utama untuk bermain malam hari. Selain dari APBD kota dan provinsi, ucap dia, pihak Dewan Perwalikan Rakyat (DPR) juga menjanjikan akan memberikan bantuan kucuran dana bagi kelanjutan pembangunan sport center tersebut. Namun, waktu serta jumlah nominalnya kapan belum begitu jelas. “Itu sempat diutarakan oleh Komisi X DPR saat melakukan kunjungan, artinya kalau semua berjalan dengan lancar target 2018 mestinya selesai,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Cilegon, Syarif Ridwan menuturkan, akan mendorong percepatan pembangunan sport center. Adapun dana yang dikucurkan bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan, apalagi selama pembangunan proyek sport center selalu diawasi pihak Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP, Kejaksaan Negeri (Kejari), dan pihak lainnya. “Komisi II akan mendorong kepada Banggar, kalaupun dalam reguler mendapatkan porsi Rp 25 miliar, maka di perubahan APBD 2018 mendatang bisa lebih besar, sehingga percepatan penyelesaian megaproyek tersebut dapat dilaksanakan,” katanya. (HS)***


Sekilas Info

Serapan Anggaran Rendah, Dewan Panggil Kepala OPD Pemkot Cilegon

CILEGON, (KB).- Kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon kembali menjadi sorotan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *