Kadin Paradigma dan LSM Memanas

PERWAKILAN LSM Kota Cilegon saat menggelar konferensi pers menyikapi pernyataan Ketua Kadin Paradigma Kota Cilegon Faturrohman, akhir pekan lalu.*

CILEGON, (KB).- Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Paradigma Kota Cilegon Faturrohman sedang menjadi sorotan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM). Hal tersebut terkait pernyataan Faturrohman, bahwa kalangan industri banyak yang mengeluh, karena mendapatkan tekanan dari LSM.

Pernyataan tersebut disampaikan Maman saat menerima kunjungan dari salah satu organisasi vertikal di Banten, beberapa hari yang lalu. Terkait hal tersebut, sejumlah LSM di Kota Cilegon menyatakan keberatan atas pernyataan tersebut.

“Kalau pun ada LSM yang meresahkan, sebutkan oknum LSM-nya. Ini kan tidak, jadi seolah-olah seluruh LSM di Kota Cilegon seperti itu,” kata Ketua DPC Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon (PPMC) Kecamatan Citangkil Ismat Tantowi, akhir pekan lalu.

Senada dikatakan Ketua LSM Banten Monitoring Perindustrian dan Perdagangan (BMPP) DPC Kecamatan Citangkil Zulbasit. Ia menyatakan, jika selama ini lembaga yang dipimpinnya berjalan sesuai aturan dan perundang-undangan.

“Kami ini lembaga resmi, kami berdiri untuk bisa bersinergi dengan industri. Tapi, omongan pak Maman (panggilan akrab Faturrohman) memancing suasana tidak kondusif,” ujarnya.

Begitu juga dikatakan Ketua LSM Forum Banten Jaya Ulung. Ia menilai, pernyataan Faturrohman terkesan menyudutkan dan mengambinghitamkan LSM di Kota Cilegon.

“Kami tidak terima jika keberadaan LSM disebut-sebut mengganggu industri di Kota Cilegon. Karena itu, dalam waktu dekat kami akan melakukan aksi ke Kadin Paradigma Cilegon,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi, Ketua Kadin Paradigma Faturrohman membenarkan, jika dirinya pernah melontarkan pernyataan saat menerima sebuah kunjungan. Hal tersebut, karena dia telah menerima banyak keluhan dari para pelaku industri.

“Orang-orang industri banyak yang mengeluh, mereka banyak mendapat tekanan dari LSM. Karena orang-orang dari dunia usaha yang mengeluh, maka Kadin selaku lembaga resmi yang membidangi dunia usaha harus meluruskan,” tuturnya.

Namun, menurut dia, ungkapannya saat itu tidak menyamaratakan seluruh LSM di Kota Cilegon. Menurut dia, banyak LSM yang baik serta melakukan aktivitas sesuai dengan tujuan pendirian lembaga itu.

“Kami punya niatan untuk membina LSM, supaya teman-teman LSM berubah pola pikirnya menjadi wiraswastawan. (LSM) yang baik ada yang gak baik juga ada,” katanya.

Disinggung terkait adanya sejumlah pernyataan keberatan atas ungakapannya tersebut, dia justru mengapresiasi dan menilai sejumlah LMS yang merasa keberatan tersebut. “Mari semua pihak duduk bersama, kami diskusikan kondisi Kota Cilegon bersama-sama,” ujarnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here