Kadin Kabupaten Serang Dituntut Tingkatkan Ekonomi Daerah

SERANG, (KB).- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Serang dituntut ikut meningkatkan perekonomian daerah, khususnya Kabupaten Serang. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan pelantikan dewan pengurus Kadin Kabupaten Serang periode 2019-2024 yang digelar di salah satu hotel Kota Serang, Kamis (13/2/2020).

Ketua DPD Kadin Provinsi Banten Mulyadi Jayabaya mengatakan, sebagai pengurus Kadin baru, kewajibannya, yakni bagaimana meningkatkan ekonomi di Kabupaten Serang. Apalagi dengan kondisi ekonomi terpuruk saat ini, dia juga mendapat kabar, bahwa ada beberapa pabrik yang mulai hengkang dari Kabupaten Serang.

“Infonya Nikomas pindah, ada beberapa pabrik yang pindah. Ini tentunya kami jaga bagaimana ekonomi di Banten bisa bertahan,” kata pria yang akrab di sapa JB tersebut saat ditemui Kabar Banten seusai melantik dewan pengurus Kadin Kabupaten Serang periode 2019-2024.

Hadir dalam pelantikan tersebut, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, perwakilan Polres Serang, Kodim 0602 Serang, dan jajaran pengurus Kadin Provinsi Banten dan Kabupaten Serang.

Ia menuturkan, faktor yang membuat pabrik tersebut pindah salah satunya, yakni karena upah minimum kabupaten (UMK) Serang yang terlampau besar.

“Karena kan pengusaha itu untung rugi (bicaranya). Sekarang banyak pindah ke Jawa tengah, Lebak, kami tidak egois bawa daerah, tapi Banten secara keseluruhan harus jalan. Mudah-mudahan Kadin baru bisa menjembatani itu. Dengan semangat baru, beda dengan orang tua,” ujarnya.

Menyikapi banyaknya perusahaan yang hengkang akibat UMK terlalu tinggi, Ketua Kadin Kabupaten Serang Periode 2019-2024 Agus Firman Sundari menuturkan, menjaga Iinvestasi sangatlah penting. Kemudian, bagaimana cara menarik investor untuk mendorong perekonomian di Kabupaten Serang.

“Dan bagaimana menjaga investasi, agar tumbuh, sehingga dampak ke masyarakat tetap terjaga,” ucapnya.

Ia mengatakan, jumlah industri di Kabupaten Serang saat ini ada sekitar 700 sampai 1.000 industri. Namun demikian, dia juga kehilangan, sebab pada periode lalu perusahaan tersebut, banyak yang belum aktif di Kadin.

“Sekarang rekontruksi ulang mana perusahaan yang aktif dan mana (pengusaha) yang cari peluang di pemerintah itu kami rangkul semua. Sektor UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) akan didorong dan seperti kata pak wakil bupati Pandji Tirtayasa ke depan UMKM tidak perlu izin kalau bisa cukup mereka mendaftar saja,” tuturnya.

Untuk periode lalu, kata dia, industri belum aktif dalam hal kontribusi apa yang mereka lakukan. Sebab, untuk industri ada CSR yang harus dikeluarkan dan harus dikawal bersama, agar penyalurannya tepat.

“Karena itu buat masyarakat itu yang memang belum terperhatikan,” ujarnya.

Disinggung soal peran Kadin ke depan, dia mengatakan, akan mendorong masyarakat untuk dirangkul menjadi pengusaha.

“Sesuai amanat pak wakil bupati, bahwa Kadin berperan untuk terlibat dalam mempersiapkan pengusaha daerah, agar kesenjangan tidak menjadi permasalahan kabupaten. Kami sosialisasi ke beberapa industri dan OPD (oganisasi perangkat daerah), kami harus sinergi untuk bangun Kabupaten Serang,” ucapnya.

Sementara, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa membenarkan, bahwa Banten memiliki UMK tertinggi nasional. Apalagi Kabupaten Serang yang mencapai Rp 4,1 juta. Ia khawatir dengan angka UMK tinggi, akan banyak pengusaha yang eksodus ke tempat lain.

“Kami khawatir mereka (pengusaha) eksodus ke tempat lain,” tuturnya.

Namun, kata dia, faktanya tumbuh kembang industri di Kabupaten Serang tidak berbanding lurus dengan serapan tenaga kerja. Hal tersebut terjadi, karena pasar tenaga kerja yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan industri.

“Makanya yang datang dari luar, sehingga orang Serang banyak tertinggal. Oleh karena itu, kami pemkab tidak memaksakan, agar semua kerja di industri, kami mulai dorong mereka jadi pengusaha wiraswasta. Makanya, terasa penting Kadin, agar dalam satu program kerja untuk mendorong pengusaha muda yang dapat menangkap peluang ekonomi di Kabupaten Serang,” ujarnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here