Senin, 17 Desember 2018

Kader PBB Sudah Hengkang

CILEGON, (KB).- Meski Partai Bulan Bintang (PBB) memenangkan gugatan sengketa hasil verifikasi partai politik (parpol) dan lolos menjadi peserta Pemilu 2019, namun kader parpol pimpinan Yusril Ihza Mahendra di Kota Cilegon sudah banyak yang hengkang. Pada Pemilu 2004, PBB mampu meraih dua kursi DPRD Kota Cilegon dengan menempatkan dua kader terbaiknya yakni Fatal Bakri dan Bustomik. Namun kini, kedua kadernya sudah berpindah partai. Pada Pemilu 2014, PBB tidak memperoleh kursi.

Pengurus DPC PBB Kota Cilegon, Febi Ferdian mengatakan, saat ini kepengurusan PBB di Kota Cilegon masih baru. “Sebagai pengurus yang baru, kami akan melakukan komunikasi dan sowan kepada senior-senior pengurus parpol di Kota Cilegon, silaturahmi,” kata Febi yang menjabat Bendahara DPC PBB Kota Cilegon. Dalam sejarah di Kota Cilegon, kata dia, partai berlambang bulan sabit itu berhasil menempatkan kadernya sebagai anggota DPRD. Hal itu, kata Febi, merupakan prestasi yang membanggakan.

Namun kini, kata dia, kader itu telah berpindah partai. “Bagi kami, hal yang wajar (kader pindah partai), karena inilah dinamika politik. Kami akan mempersiapkan bacaleg yang baru, mengingat semuanya serba baru. Pada tahun 2014, kami vakum. Kami minta doanya saja supaya PBB bisa mengulang sejarah di Kota Cilegon, dan ada kader kami yang bisa duduk di kursi parlemen,” ujarnya.

Sementara itu, mantan anggota DPRD Kota Cilegon dari PBB, Bustomik, mengakui dirinya sudah beralih ke partai lain. Namun, dia belum memutuskan karena masih banyak kegiatan. “Banyak yang menawarkan untuk bergabung ke sejumlah partai, tapi saat ini saya memilih fokus usaha terlebih dahulu,” tuturnya.

Saat masih aktif di PBB, dia masuk jajaran pengurus di provinsi. Namun karena tidak ada komunikasi dan jarang datang dalam kegiatan kepartaian, maka jarang dihubungi. “Pengurus di DPW beberapa kali dihubungi, tidak ada komunikasi. Sementara, pengurus DPD Cilegon dibekukan. Saya memutuskan untuk vakum terlebih dahulu. Jujur sebenarnya memang berat meninggalkan partai yang membesarkan saya. Namun apa boleh buat, hidup adalah pilihan dan saya mencoba beralih ke partai lain,” ucapnya.

Kader PKPI masih bertahan

Sementara itu, kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Banten memutuskan bertahan meskipun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menolak gugatan yang dilayangkan DPN PKPI. PKPI Banten akan memutuskan langkah politik, jika gugatan ke PTUN yang dilayangkan DPN PKPI juga kandas.

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Banten, Muji Rohman mengatakan, DPN PKPI masih berupaya lolos menjadi peserta pemilu dengan melayangkan banding ke PTUN. “Kami sebagai kader dan pengurus PKPI di provinsi menunggu keputusan dari pimpinan pusat. Pimpinan pusat direncanakan mengajukan gugatan di PTUN,” katanya, Rabu (7/3/2018).

Namun demikian, ia tidak dapat melarang jika ada kader PKPI Banten yang memilih pindah partai. Langkah politik yang diambil dalam pemilu menjadi pilihan masing-masing kader di Banten.
“Kami kan tidak bisa menahan kader-kader yang sekiranya mau bergabung atau mau meneruskan arah politiknya,” ujarnya. Untuk memutuskan sikap para kader di Banten, pria yang juga anggota DPRD Kota Serang ini akan mengumpulkan seluruh jajaran pengurus di delapan kabupaten/kota, Sabtu (10/3/2018). “Hari ini Sabtu siang akan melakukan pertemuan dengan delapan kabupaten/kota untuk memutuskan,” ucapnya.

Disinggung apakah sudah ada kader yang pindah partai, ia mengaku sampai saat ini belum menemukan. “Memang kami sudah informasikan kepada kawan-kawan, silakan kalau memang kawan-kawan ada arah politik tentunya saya tidak menghambat, saya tidak melarang, sah-sah aja,” tuturnya. Ia tidak membantah jika sejauh ini dirinya telah banyak dilirik oleh partai lain, seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

“Bahkan partai lama sudah berjalan komunikasi. Tapi lagi-lagi karena saya ketua provinsi saya akan menunggu keputusan pusat, kalau saya langsung loncat kasian juga kawan-kawan,” katanya. Sejauh ini, kata dia, PKPI Banten telah merekrut bakal calon legislatif diseluruh dapil kabupaten/kota. Dari laporan sementara jumlahnya sudah mencapai 50 persen dari dapil kabupaten/kota yang ada.

Sementara untuk DPRD provinsi yaitu dapil Kota Serang 4 orang, Cilegon 3 orang, Kabupaten Tangerang 5 orang, Kota Tangerang Selatan 5 orang, Kota Tangerang 2 orang, Kabupaten Pandeglang 4 orang dan Kabupaten Lebak 5 orang. Kepada para bakal calon legislatif yang mendaftar ia tidak melarang jika akhirnya memutuskan pindah partai. “Memang kita tidak memaksa untuk bertahan karena kita belum tahu hasil di PTUN 21 hari ke depan,” ujarnya. (HS/AH)***


Sekilas Info

Sepekan OP Beras, Harga Beras di Pasar Tradisional Kota Cilegon tak Kunjung Turun

CILEGON, (KB).- Menurunkan harga beras jenis medium di pasar-pasar tradisional Kota Cilegon, tampaknya bukan hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *