Kabupaten Serang Minim Tenaga Kesehatan

Sri Nurhayati, Kepala Dinkes Kabupaten Serang.*

SERANG, (KB).- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, Sri Nurhayati mengungkapkan, jika saat ini di wilayahnya masih kekurangan tenaga kesehatan. Hal tersebut terlihat dari masih minimnya jumlah dokter yang mengisi Puskesmas perawatan dan nonperawatan serta masih kosongnya 27 bidan desa.

Ia mengatakan, jika jumlah tenaga kesehatan di wilayahnya memang masih minim. Tenaga kesehatan banyak klasifikiasinya mulai dari dokter, apoteker, dokter gigi, perawat, bidan, kesling, petugas promkes, petugas kesehatan masyarakat hingga analis apoteker. “Jadi, semua itu petugas kesehatan yang banyak jenisnya dan terus terang saja masih kurang,” katanya kepada Kabar Banten, Jumat (30/3/2018).

Ia menuturkan, untuk saat ini selain yang disebutkan tersebut, Kabupaten Serang juga masih belum memiliki tenaga umum dan tenaga nonmedis. Meski demikian, saat ini pihaknya sudah melakukan rekrutmen untuk mengisi hal tersebut. “Insya Allah tahun ini kami akan proses BLUD, sehingga keuangan harus lebih cepat dan baik. Makanya, kami rekrutmen itu tenaga akuntansi, baru itu yang nonmedisnya,” ujarnya.

Menurut dia, kurangnya jumlah tenaga kesehatan tersebut tampak sekali dengan jumlah dokter yang masih kurang. Dokter fungsional yang ada di dinasnya sampai saat ini baru berjumlah 37 orang. Padahal, idealnya satu Puskesmas perawatan minimal ada 5 orang dokter, sedangkan untuk nonperawatan memiliki 2 orang dokter.

Ia menuturkan, untuk saat ini jumlah tenaga kesehatan yang terhitung cukup hanya bidan desa. Meski demikian, saat mulai banyak bidan senior yang sudah lama tinggal di desa dan masih menjadi bidan desa, sehingga mereka yang telah senior diusulkan kepala Puskesmas untuk menjadi bidan Puskesmas. “Makanya, sekarang ada 27 desa yang mengalami kekosongan bidan desa,” ucapnya.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan rekrutmen tenaga kesehatan baru untuk menutupi kekurangan tersebut. Mulai dari dokter, perawat hingga bidan yang akan ditugaskan di desa. “Kami rekrut, pengumumannya sudah ada di website Dinkes. Untuk perawat dan bidan kami ambil yang sudah magang di Puskesmas,” tuturnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Heri Azhari mengatakan, Dinkes harus segera memenuhi kekurangan tenaga kesehatan tersebut. Sebab, menurut dia, bidan desa menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. “Jadi, harus segara mendata apa saja yang kurang. Karena, ada tenaga kesehatan saja masyarakat mengeluh, apalagi tidak ada,” katanya. (DN)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here