Selasa, 25 September 2018
Kirab budaya pembukaan Anyer Krakatau Culture Festival 2018 di Jalan Veteran, Kota Serang, Jumat (7/9/2018).*

Kabupaten Serang Genjot Wisatawan Melalui Anyer Krakatau Culture Festival

Kabupaten Serang menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara melalui gelaran Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF). Kegiatan yang akan menjadi agenda tahunan itu juga diharapkan menjadi ajang promosi bagi potensi masyarakat agar bisa dikenal lebih luas. Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menargetkan gelaran Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF) dapat menarik kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman). Sejauh ini, AKCF telah meningkatkan kunjungan wisatawan domestik.

Pantauan Kabar Banten, gelaran AKCF expo yang dilaksanakan sejak pukul 14.30 WIB tersebut tampak meriah. Terlebih pembukaan acara dilakukan dengan melakukan kirab budaya yang menampilkan berbagai kesenian tradisional seperti reog Ponorogo hingga silat Kaserangan. Setelah itu rangkaian acara selanjutnya dilakukan pemantauan stan-stan UMKM yang diikuti oleh seluruh OPD dan kecamatan. “Tahun kemarin kita evaluasi kekurangannya dan terus diperbaiki. Kalau dari yang ditampilkan seni budaya tetap seperti itu,” ujar Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dalam gelaran AKCF Expo di halaman pendopo, Jumat (7/9/2018).

Tatu mengatakan, yang paling ditekankan dalam gelaran ini adalah tingkat kunjungan dari luar Banten dan juga mancanegara. Sebab, tujuannya dilaksanakan AKCF ini adalah untuk mengundang wisatawan lebih banyak. Untuk itu, pada tahun ini kemasan AKCF dibuat lebih banyak menampilkan lomba-lomba yang melibatkan komunitas. Seperti mancing, sepeda motor hingga burung berkicau. “Kita berupaya sebanyak mungkin menarik pengunjung. Supaya mereka bisa melihat bahwa di Kabupaten Serang ada produk, kesenian lainnya. Jadi semangatnya memang untuk menarik pengunjung lebih banyak lagi,” tuturnya.

Untuk mengembangkan AKCF, pihaknya pun bersinergi dengan Pemprov Banten melalui dinas pariwisatanya. “Kita juga bersinergi dengan kabupaten kota di Banten, supaya kita sama-sama memeriahkan AKCF. Terus dengan swasta ada BJB dan lainnya,” katanya. Menurut dia, AKCF ini menjadi ajang untuk memberi ruang kepada seluruh masyarakat agar semua potensi yang ada di Kabupaten Serang bisa dikenal masyarakat luar. Dengan meningkatnya kunjungan, maka ekonomi masyarakat pun akan meningkat. “Ini bukan ceremonial Pemda, tapi supaya tamu datang ke Anyer,” ucapnya.

Kirab budaya pembukaan Anyer Krakatau Culture Festival 2018 di Jalan Veteran, Kota Serang, Jumat (7/9/2018).*

Peningkatan pengunjung

Kepala Dinas Pemuda Olah raga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Tahyudin mengatakan, AKCF ini sudah dilakukan selama dua tahun. Jika dibandingkan tahun lalu, diakuinya ada peningkatan pengunjung yang dirasakan sekitar 20 persen. “Kalau membandingkan itu tahun sekarang ada peningkatan. Hanya saja masih domestik, tahun ini sudah bertambah banyak,” ujarnya.

Sementara, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy yang turut hadir mengatakan, adanya AKCF ini menjadi satu komitmen dari Pemkab Serang dalam pengembangan sektor pariwisata. ” Kabupaten Serang khususnya Anyer ini memiliki berbagai wilayah yang bisa dijadikan potensi wisata,” katanya.

Menurut dia, saat ini pihaknya memang mendorong agar semua daerah melihat potensi yang ada di daerahnya. Sebab, saat ini tidak bisa dipungkiri jika wisata adalah penyumbang devisa terbesar di bawah migas dan industri. “Saya sepakat dan harus kita jaga (AKCF) untuk digali dan dikembangkan jadi kebanggaan,” tuturnya.

Ke depan, pihaknya pun akan menyinergikan AKCF ini dengan program yang ada di Provinsi Banten. AKCF bisa dikembangkan jadi ikon wisata unggulan. “Kalau AKCF ini masih di domestik, ke depan kita angkat menjadi event provinsi bahkan nasional. Sehingga bisa menyedot wisatawan asing untuk datang. Sekarang saja dalam lokal sudah ada dari Kenya yang daftar untuk ikut lomba lari,” ucapnya. (Dindin Hasanudin)*


Sekilas Info

Menjaring Wisata Melalui Penataan Wisata Air Panas

TERLETAK di kawasan hutan lindung Perum Perhutani Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Malingping, tepatnya di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *