Kabupaten Serang Dinilai Belum Ada Kemajuan Pesat, Mahasiswa Soroti Pembangunan

SERANG, (KB).- Gelombang aksi demonstrasi dilakukan tiga organisasi mahasiswa yang menyoroti pembangunan Kabupaten Serang yang baru merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-491, di depan Pendopo Bupati dan DPRD Kabupaten Serang, Senin (9/10/2017). Mereka menilai, Kabupaten Serang di berbagai bidang belum ada kemajuan yang pesat.  Ketiga organisasi mahasiswa yang berujuk rasa tersebut, adalah Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) dan PC Persatuan Mahasiswa Isalm Indonesia (PMII) serta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang.

Pantauan Kabar Banten, organisasi mahasiswa yang pertama berunjuk rasa, yaitu Hamas, sekitar pukul 11.30 WIB. Sejumlah perwakilan mahasiswa berorasi menyampaikan kekecewaan mereka atas kondisi Kabupaten Serang. Mahasiswa sempat terlibat aksi saling dorong dengan polisi dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang sedang melakukan pengamanan. Bahkan, mahasiswa sempat beberapa kali memaksa masuk dengan mendorong pintu gerbang pendopo, sehingga sempat tejadi kericuhan saat mahasiswa memaksa masuk dengan mendorong pagar. Namun, upaya mahasiswa tersebut dapat dicegah aparat kepolisian.

Namun, kericuhan tidak berlangsung lama, karena mahasiswa melanjutkan aksi di tengah jalan. Akibatnya, arus lalu lintas sempat terganggu, polisi kemudian menutup sebagian jalan tersebut. Setelah beberapa menit berorasi, perwakilan dari Hamas kemudian diterima Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang untuk beraudiensi. Setelah Hamas, disusul HMI dan PMII yang berunjuk rasa. HMI berunjuk rasa di pintu gerbang masuk pendopo, sekitar pukul 13. 00 WIB. Sementara, PMII di pintu keluar depan DPRD Kabupaten Serang dan Hamas tetap melangsungkan aksi di tengah Jalan Veteran. Perwakilan HMI dan PMII juga diterima plt sekda untuk beraudiensi. Dalam kesemapatan tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan permasalahan di Kabupaten Serang langsung ke plt sekda yang juga langsung ditanggapi.

Koordinator Aksi dari Hamas, Irwan Bungsu mengatakan, aksi tersebut sebagai refleksi Hari Jadi Kabupaten Serang ke-491 tahun. Di usia Kabupaten Serang yang hampir setengah abad, keadaannya belum juga sejalan dengan apa yang dicita-citakan masyarakat. Padahal, seharusnya sudah menjadi kabupaten yang mapan dan mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya dan menjadi cerminan bagi kota/kabupaten lain di Provinsi Banten. “Tapi, menurut kami sekarang ini yang ada, adalah kemunduran di Kabupaten Serang. Kami miris melihatnya, seperti infrastruktur jalan belum terlihat kemajuan pesat, masih banyak infrastruktur jalan yang rusak, pembangunannya belum merata, serta di dunia pendidikan juga masih banyak permasalahan, mulai dari pungli dan infrastruktur kelasnya,” katanya.

Selain itu, pemkab juga belum konsisten dengan peraturan daerah terkait peruntukan wilayah di Kabupaten Serang, seperti di Waringinkurung yang diperuntukkan daerah agro, justru alih fungsi ke galian C. “Pemkab belum konsisten dengan cita-citanya, oleh karena itu kami mendorong pemkab, agar menjalankan apa yang harus dijalankan untuk masyarakat Kabupaten Serang. Sekarang usianya sudah hampir setengah abad, tapi belum ada perubahan signifikan,” ujarnya.

Belum sejahtera

Koordinator Aksi dari PC PMII Kabupaten Serang, Masja menuturkan, masyarakat masih banyak yang belum merasakan pendidikan dan kesehatan yang layak serta banyak yang masih jauh dari kata sejahtera. Dari hari kehari, ucap dia, Kabupaten Serang belum terlepas dari berbagai permasalahan yang tak kunjung usai.  Oleh karena itu, PC PMII Kabupaten Serang meminta bupati dan DPRD harus mempercepat pembangunan Puspemkab Serang serta bertangung jawab atas meningkatnya angka pengangguran. Selain itu, bupati dan Dinas Kebudayaan harus bertanggung jawab atas salah satu budaya Kabupaten Serang, yaitu golok Ciomas yang menjadi ikon daerah lain, bertanggung jawab atas meningkatnya waralaba yang tidak sesuai dengan aturan. “Bupati dan jajarannya harus menekan angka pengguna narkoba dan segera perbaiki infrastruktur jalan di Kabupaten Serang,” tuturnya.

Sementara, Plt Sekda Pemkab Serang, Agus Erwana mengatakan, pemkab menerima dan menghargai masukan serta kritik yang telah disampaikan teman-teman mahasiswa. Saat ini, kata dia, pemkab sedang mengupayakan dan menangani penyelesaian seluruh permasalahan yang disampaikan, seperti terkait permasalahan infrastruktur jalan, pemkab sudah membuat perda percepatan pembangunan jalan, yang setiap tahun ditargetkan akan dibangun 100 kilomter sampai 2021.

“Terkait pembangunan puspemkab, kami juga sedang melakukan tahapan pembangunannya. Jadi, kami bukan tidak mau pindah, tapi memang untuk pembangunan puspemkab ini sulit juga aturannya, sering berubah-ubah terutama untuk pembebasan lahan sisanya sekitar 22 hektare lagi, jadi ada kehati-hatian dalam melaksanakannya. Untuk pembangunan fisiknya kami juga terbatas anggarannya, tapi kami sedang berupaya. Semua tahapannya sedang dilalui,” ujarnya saat menerima perwakilan mahasiswa. (YY)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here