Kabupaten Lebak Turut Berpartisipasi dalam Peringatan HPS Ke-38

Sebagai daerah lumbung pangan di Provinsi Banten, Kabupaten Lebak turut berpartisipasi pada acara puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 2018 yang digelar di Banjarmasin Kalimantan Selatan, 18-21 Oktober 2018. Peringatan HPS pada setiap tanggal 16 Oktober merupakan sebuah momentum yang mengingatkan dunia bahwa kekuatan setiap negara ditentukan oleh pangan bagi seluruh masyarakat secara berkelanjutan.

Sebagaimana diketahui, Republik Indonesia telah menjadi anggota Badan Pangan dan Pertanian Bangsa-Bangsa atau Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), sejak tahun 1949. FAO yang didirikan pada 16 Oktober 1945 di Kota Quebec, Kanada, saat ini memiliki anggota (tercatat) sebanyak 197 negara dan, hari lahirnya FAO ini diperingati sebagai World Food Day atau dikenal di Indonesia dengan Hari Pangan Sedunia (HPS) yang diperingati setiap tahunnya.

Wakil Bupati Lebak, H. Ade Sumardi yang ikut menghadiri peringatan HPS di Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengatakan, pangan dan kemiskinan masih merupakan persoalan yang harus mendapat perhatian penting bagi pemerintah.

“Peningkatan produksi pangan dan pendapatan petani yang lebih tinggi merupakan target utama dalam upaya perbaikan kualitas hidup sekaligus pengentasan kemiskinan, terutama pada sektor pertanian,” kata Wabup Ade Sumardi kepada Kabar Banten melalui pesan WhatsApps saat tiba di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (17/10/2018).

Wabup mengatakan, beragam tantangan dan permasalahan yang dialami untuk mencapai tujuan tersebut, antara lain persaingan penggunaan sumberdaya lahan, alih fungsi lahan yang relatif besar, ancaman perubahan iklim dan lain-lain yang menyebabkan terjadinya degradasi kualitas sumberdaya pertanian dan infrastruktur pendukungnya.

‚ÄĚDampak tersebut berlanjut kepada gangguan terhadap sistem produksi pertanian, terutama pangan, seperti penurunan dan ketidakpastian produktivitas sehingga berujung pada ancaman rawan pangan serta peningkatan kemiskinan. Jadi fokus kita, bagaimana ketersediaan pangan yang terjangkau serta pendistribusiannya,” ujar Wabup Ade Sumardi.

Sementara Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Lebak, Rahmat Juniar mengatakan, salah satu target dinas yang dipimpinnya adalah mengaplikasikan serta mengadopsi program diversifikasi pangan, guna pengentasan persoalan gizi buruk dan stanting yang ada di Lebak. (Nana Djumhana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here