Kabupaten Lebak Siapkan Desain Pasar Berstandar SNI

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak merencanakan pembangunan tiga pasar berstandar nasional Indoneia (SNI) di wilayah Banjarsari, Malingping dan Plaza Lebak dekat Terminal Mandala, Kecamatan Cibadak.

Kepala bidang program Disperindag Lebak, Neti Sukistiowati mengatakan, rencana pembangunan tiga pasar modern berstandar SNI ini, perencanaannya sudah masuk Desigen Enginering Detail (DED) dan khusus pembangunan pasar buah ditargetkan tahun ini.

“Untuk pasar buah, insya Allah tahun 2019 ini diajukan anggarannya, jadi tahun 2020 pelaksanaan pembangunannya sudah bisa dimulai. Anggarannya sekitar Rp 3- 4 miliar. Kalau lokasinya saya tidak tahu persis, karena harus melihat dokumennya dulu,” kata Kepala bidang program Disperindag Lebak, Neti Sukistiowati kepada Kabar Banten, Kamis (17/1/2019).

Menurut Neti, pasar buah nantinya akan terkoneksi dengan Plaza Lebak dan gedung yang telah didesain dua lantai. Bagian lantai dasar khusus kios atau lapak buah-buahan, dan lantai atas untuk kuliner.

“Untuk kuliner ada sekitar 19 kios bagi para pedagang yang saat ini berjualan di sana (lahan pasar buah). Kita akomodasi dulu para pedagang yang sudah ada. Jika masih ada sisa kios baru, pedagang dari luar bisa mengisi lapak tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Disperindag Lebak, Orok Sukmana mengatakan, pembangunan pasar berstandar SNI ini nantinya diharapkan bisa menjadi pusat perbelanjaan dan tempat wisata bagi warga lokal maupun bagi warga luar Lebak.

“Mudah-mudahan pembangunan tiga pasar berstandar SNI ini dapat segera terwujud dan tidak terkendala,” ucap Orok.

Sementara itu, Ketua DPRD Lebak, Junaedi Ibnu Jarta menyambut baik rencana pemerintah daerah yang akan membangun pasar modern berstandar SNI. Ia optimistis jika pembangunan pasar tersebut terwujud akan menjadi pusat perbelanjaan yang representatif bagi masyarakat.

Meski demikian, Junaedi berharap pembangunan tiga pasar tersebut tidak saja untuk pengembangan pembangunan ekonomi juga bisa berkolaborasi dengan pedagang tradisional. (Lugay)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here