Kabupaten Lebak Peringkat Pertama Tertib Dana Desa di Provinsi Banten

LEBAK, (KB).- Kabupaten Lebak meraih prestasi pertama di Banten tentang tertib penggunaan dana desa dan berada pada peringkat 25 untuk tingkat nasional. Raihan prestasi pertama itu karena tak ditemukannya kasus penyelewengan dana desa (DD) diseluruh desa di Kabupaten Lebak yang berjumlah 340 desa.

Raihan prestasi itu juga tak lepas dari peran Tim Pengawalan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP3D) Kejaksaan yang mengawal ketat penggunaan dana desa, serta berbagai jenis pelatihan yang telah diberikan Pemkab Lebak.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Lebak, Tahlidin menyatakan, penggunaan DD tahun 2018 di atas Rp 600 miliar yang sebagian besar diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur desa.

”Penyerapan DD sudah mencapai 100 persen untuk pembangunan infrastruktur dan BUMDes. Kami tentu mengapresiasi penggunaan dana desa (DD) yang tepat sasaran dan terutama tidak adanya kasus hukum. Kami sangat terbantu adanya TP3D itu, sehingga tidak ditemukan kasus penyelewengan anggaran,” kata Tahlidin, Senin (17/12/2018).

Menurutnya, Pemerintah daerah terus meningkatkan pembinaan dan pelatihan tentang tertib penggunaan DD kepada aparatur desa. Di antaranya, bagaimana membuat surat pertanggungjawaban (SPj) anggaran, sehingga tidak menyalahi peraturan. ”Pemerintah daerah akan menindak tegas jika ditemukan kasus penyelewengan anggaran DD dan bisa diproses secara hukum,” ujarnya.

Kepala Desa Kadu Rahayu, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, Asma Sutisna mengatakan, pihaknya menyerap anggaran DD mencapai 100 persen untuk pembangunan infrastruktur karena lokasinya berada di pegunungan.

”Untuk penggunaan DD, kami selalu berkoordinasi dengan TP3D agar tidak terlibat hukum. Kami merasa lega penggunaan DD dinilai tepat sasaran karena adanya keterlibatan pendamping TP3D itu,” tutur Asma. (ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here