Kabupaten Lebak Masih Dibayangi Krisis Air Bersih

LEBAK, (KB).- Kabupaten Lebak masih dalam bayang-bayang krisis air akibat dampak kemarau panjang. Sebab, sebanyak 21 kecamatan saat ini masih menghadapi krisis air bersih akibat kemarau.

Kepala Pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Kaprawi mengatakan, kekurangan air bersih akibat kekeringan meliputi wilayah Kecamatan Sajira, Cipanas, Bojongmanik, Leuwidamar, Cirinten, Warunggunung, Gunungkencana, Cihara, Wanasalam, Panggarangan, Bayah, Cigemblong, Cijaku, Cilograng, Cimarga, Muncang, Bayah, Cilograng, Rangkasbitung, Banjarsari dan Cibadak.

Sementara, untuk wilayah Kota Rangkasbitung, mereka menghadapi kekurangan air bersih akibat gangguan jaringan saluran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) akibat pembedolan pintu air Pamarayan di Kabupaten Serang.

“Warga di wilayah kecamatan yang menghadapi kekurangan air bersih terpaksa mengambil air dari sungai atau menggali lubang di dekat aliran sungai untuk mendapatkan air,” katanya.

Sebagian dari mereka harus mengantre sejak dini hari di sumber air yang pada sore hari airnya menyusut drastis atau memanfaatkan air kolam yang warnanya hijau.

“Kami terus mendistribusikan pasokan air bersih dengan cara bergantian akibat keterbatasan tangki,” ujarnya.

Hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir, kata dia, belum berdampak signifikan terhadap persediaan air di daerah-daerah yang menghadapi kekeringan. Harapannya hujan segera turun dan kekeringan segera berakhir.

“Kami memperkirakan musim hujan terjadi pada pertengahan November mendatang berdasarkan laporan BMKG,” tutur Kaprawi. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here