“Jumpa Senabung” Bagikan 100 Nasi Bungkus

Jumat Pagi Sedekah Nasi Bungkus (Jumpa Senabung), sebuah komunitas yang bergerak di bidang sosial, membagikan 100 nasi bungkus kepada masyarakat kurang mampu di Kota Serang, Jumat (9/3/2018). Komunitas tersebut merupakan bagian dari program Kabar Banten Peduli bekerjasama dengan Relawan Kampung.

Nasi bungkus hasil pemberian masyarakat itu didistribuskan kepada para pengayuh becak, ojek pangkalan, pengemis, petugas kebersihan jalan raya, dan pedagang kaki lima. “Pada Jumat pertama ini distribusi dipusatkan di kawasan Stadion Maulana Yusuf, kawasan Terminal Pakupatan, dan Pasar Lama,” kata Pemimpin Redaksi Kabar Banten, Maksuni Husen, didampingi Ketua Kabar Banten Peduli, Ratu Nila Ratmasari.

Ia mengatakan, distribusi nasi bungkus melibatkan para aktivis Relawan Kampung dan dibantu beberapa warga.  Diharapkannya, pada Jumat mendatang jumlah nasi bungkus yang digalang dari masyarakat akan semakin meningkat. Dengan demikian, akan lebih banyak pula masyarakat miskin yang terbantu.

“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang sudah ikut berpartisipasi menyumbangkan nasi bungkus pada kegiatan ini. Para donatur bukan hanya dari Banten tetapi juga luar Banten. Ada yang berasal dari Majalengka Jawa Barat juga,” katanya.

Sementara Direktur PT Fajar Pikiran Rakyat (HU Kabar Banten), Rachmat Ginandjar mengatakan kegiatan Jumpa Senabung tersebut harus dimaknai sebagai bentuk ibadah dan mencari keridhaan, sehingga inisiatif yang sangat terpuji tersebut akan mengalir menjadi pahala. Ia berharap, kedepan akan semakin banyak organisasi sosial yang bergabung dalam kegiatan ini.

“Ini baru inisiasi spontan. Ke depan kami menggandeng organisasi seperti Baznas dan LAZ, maupun organisasi lainnya untuk menggelar aksi bersama,” katanya. Dikatakan Rachmat, kegiatan sosial Kabar Banten Peduli bukan hanya berbagi nasi bungkus, tapi juga santunan dan beasiswa untuk anak yatim.

Ia berharap, inisiasi dari Jumpa Senabung yang membagikan sebungkus nasi setiap hari Jumat mampu menjadi motivasi bagi pemerintah daerah bahwa masih ada rakyat yang membutuhkan kepedulian sosial, meskipun hanya sebungkus nasi.

“Kita juga berharap pemerintah terdorong dan tersentuh untuk membuat kebijakan yang serupa. Program pemberdayaan sangat perlu, tetapi juga kita tidak menutup mata masih ada warga yang mungkin pada hari itu susah mendapatlan makan,” ujarnya.

Ketua Yayasan Relawan Kampung Indonesia M Arif Kirdiat mengatakan, kegiatan “Jumpa Senabung” merupakan gerakan masyarakat yang peduli pada persoalan kemiskinan. “Ini memang sasarannya pada kalangan dhuafa yang memang pada hari Jumat sedang kesulitan memperoleh makan,” katanya.

Marno (40), pengayuh becak, berharap semakin banyak warga yang berbagi nasi bungkus. Dengan demikian, orang seperti dirinya tidak lagi terlalu memikirkan makan. “Biasanya, kalau menjelang Zuhur, saya sudah berpikir bisa  makan apa tidak. Alhamdulillah ada yang ngasih makan,” katanya. (Masykur/Job)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here