Selasa, 21 Agustus 2018

Jumlah Puskesmas Di Kabupaten Serang Belum Standar WHO

SERANG, (KB).- Jumlah pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Serang belum sesuai standar World Health Organization (WHO). Dari yang seharusnya minimal memiliki 50 Puskesmas, saat ini Kabupaten Serang baru memiliki 31 Puskesmas. Selain itu, sejumlah Puskesmas saat ini juga sudah overload.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, Sri Nurhayati mengatakan, jika berbicara fasilitas pelayanan kesehatan dasar yang milik pemerintah, yaitu Puskesmas harusnya di Kabupaten Serang sudah ada 50 Puskesmas untuk standar WHO, karena idealnya satu dibanding 30.000 penduduk.

“Kalau di Kabupaten Serang jumlah penduduknya 1,4 juta jiwa, maka kurang lebih 50 Puskesmas yang harus disediakan,” katanya ketika ditemui Kabar Banten seusai sosialisasi Kabupaten Serang sehat sebagai upaya peningkatan indeks kesehataaan di Kabupaten Serang, yang digelar di Aula Tubagus Suwandi Pemkab Serang, Selasa (15/5/2018).

Jumlah Puskesmas tersebut, ujar dia, di luar fasilitas pelayanan kesehatan dasar milik swasta. “Kalau fasilitas pelayanan kesehatan dasar swasta itu memang lebih banyak kuratif, karena klinik-klinik jadi itu tidak masuk kriteria WHO,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya menargetkan, di RPJMD sampai 2021 menambah 2 Puskesmas, karena harus dilakukan penambahan, bahkan seharusnya minimal 3 Puskesmas. Tetapi, karena Dinkes juga melihat kemampuan daerah, sehingga yang diprioritaskan penambahan 2 Puskesmas, yaitu di Kecamatan Cikande dan Kramatwatu.

“Itu kecamatan yang memang penduduknya sudah sangat overload jika hanya di-cover satu Puskesmas. Sementara ini, sebetulnya ada tiga kecamatan yang sudah overload, yaitu Cikande, Kramatwatu, dan Cikeusal. Cuma karena memang dengan segala keterbatasan, jadi kami baru masukan (di RPJMD) dua, yaitu Cikande dan Kramatwatu,” ucapnya.

Namun, rencana penambahan Puskesmas tersebut, tutur dia, tidak semudah yang direncanakan, karena di tahun sebelumnya, pihaknya masih gagal membeli lahan untuk di Kramatwatu dan sampai sekarang belum berhasil mengadakan lahan.

“Kalau yang Cikande Alhamdulillah sudah ada lahannya tinggal membangun saja, mudah-mudahan di Cikande sudah terealisasi maksimal 2020 sudah ada Puskesmas Cikande 2. Tapi, kalau Kramatwatu itu sampai sekarang pun belum berhasil pengadaan lahannya,” katanya.

Selain itu, dia menuturkan, Puskesmas yang ada saat ini juga banyak yang tidak ideal, seperti untuk ipal (instalasi pengolahan air limbah) saja lahannya tidak ada, lahan parkir tidak ada.

“Padahal kan kalau kami ingin terakreditasi ya semua itu harus ada, sesuai standar, seperti Puskesmas Mancak itu kan maju gak bisa mundur gak bisa, otomatis harus kami relokasi dan Alhamdulilah kalau Mancak memang akan kami relokasi, ada beberapa Puskesmas juga, seperti Ciomas, Tunjungteja juga,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya masih punya pekerjaan rumah (PR) yang cukup berat untuk turut meningkatkan indeks kesehatan masyarakat di Kabupaten Serang.

“Namun, untuk pelayanan kesehatan itu hanya kontribusinya hanya 20 persen terhadap peningkatan derajat kesehatan, yang lainnya yang besar itu lingkungan, perilaku, jadi memang bagaimana agar perilaku masyarakat ini berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), nah inilah yang harus kami dorong. Dengan PHBS meningkat otomatis derajat kesehatan juga akan baik,” ucapnya.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang, Anang Mulyana menuturkan, untuk program Kabupaten Serang sehat ada 15 kecamatan yang dicanangkan untuk kecamatan sehat.

“Kecamatan itu, di antaranya Ciruas, Anyer, Mancak, Bojonegara, Tirtayasa, Kopo Tanara, Tunjungteja, dan Kramatwatu. Awal 15 kecamatan dulu, tapi ke depan tentu saja akan semua kecamatan,” tuturnya.

Di sosialisasi tersebut, kata dia, pihaknya membangun suatu persepsi yang sama dengan pihak-pihak di kecamatan, dalam rangka mewujudkan Kabupaten Serang sehat.

“Kami ingin semua Puskesmas, kecamatan, termasuk dinas instansi berpersepsi sama untuk mewujudkan Kabupaten Serang sehat,” ujarnya. (YY)*


Sekilas Info

LAZ Harfa Banten Gelar Sholat Ghaib dan Doa Bersama Untuk Korban Gempa Lombok

SERANG, (KB).- Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) Banten menggelar sholat ghaib dan doa bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *