Jumat, 16 November 2018

Jumlah Korban Pencabulan Bertambah

CILEGON, (KB).- Jumlah korban AJ (35), pelaku pencabulan terhadap belasan anak di bawah umur yang sudah ditetapkan sebagai tersangka bertambah. Tidak hanya 13 anak di bawah umur, namun anak pertama AJ berusia 20 tahun juga masuk daftar korban.

Ini diketahui setelah Pusat Pelayanan dan Perlindungan Keluarga Cilegon (P3KC) di bawah Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon turun tangan untuk melakukan konseling terhadap para korban. Jika sebelumnya Polres Cilegon menyatakan jumlah korban sebanyak 13 orang, P3KC mendapati anak pertama AJ juga menjadi salah satu korban.

“Sebelumnya kan 13 orang, dimana satu dari 13 korban itu adalah anak kandung kedua AJ yang berusia 7 tahun. Tapi ternyata anak pertama AJ yang usianya kini 20 tahun, juga salah satu korban AJ,” ujar Kepala DP3AKB Kota Cilegon Heni Anita Susila, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/7/2018).

Baca Juga: Polres Cilegon Ringkus Pelaku Pencabulan Terhadap 13 Anak Dibawah Umur

Dari keterangan Heni, mereka sedang mendapatkan pendampingan dari P3KC, mulai dari visum hingga trauma healing pasca kekerasan seksual terjadi. “P3KC sudah melakukan langkah-langkah untuk menangani persoalan ini. Dari 13 korban, kami sudah mendampingi 9 korban melakukan visum. 9 anak dan 9 keluarga juga sudah konseling. Sebab, secara psikologis tidak hanya para anak yang perlu trauma healing, orangtua juga sama,” katanya.

Untuk kasus kekerasan, ucap Heni, pihaknya menanggung segala bentuk pembiayaan untuk para korban. Pemkot Cilegon telah mengalokasikan anggaran untuk membantu para korban kekerasan seksual, khususnya korban di bawah umur. “Itu ada perwalnya, per korban telah dianggarkan Rp 5 juta. Baik untuk kepentingan visum, hingga rawat inap jika diperlukan. Untuk konseling pun kami gratiskan, sebab para psikolog menerima honor setiap bulan,” ujarnya.

Tidak hanya pendampingan dan konseling, P3KC pun akan melakukan kunjungan ke rumah para korban. Ini untuk melihat perkembangan psikologi anak pascakejadian. Heni berharap pelaku mendapatkan hukuman seberat-beratnya. Terlebih, katanya, AJ telah melakukan kekerasan seksual terhadap anak-anak di lingkungannya dan anak kandungnya sendiri.

“UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menyatakan, jika hukuman yang bisa dikenakan kepada pelaku adalah antara 5 hingga 15 tahun. Tapi, jika salah satu korban adalah anak kandung pelaku, bisa mendapat tambahan seperempat dari vonis yang ditetapkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso menegaskan, jika AJ telah ditetapkan sebagai tersangka. Pihaknya kini sedang menganalisa kejiwaan tersangka. “Kami akan mengevaluasi kejiwaan tersangka, ini melibatkan pihak-pihak terkait,” tuturnya.

Terkait penanganan pascakejadian, kapolres mengatakan, pihaknya sedang bekerja sama dengan P3KC. Ini agar anak-anak yang telah menjadi korban dan para orangtua korban mendapatkan motivasi. (AH)*


Sekilas Info

Dewan Soroti Masalah Sampah di Kota Cilegon

CILEGON, (KB).- Masalah sampah di Kota Cilegon mendapat sorotan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *