Jumlah DPT Pemilu 2019 di Provinsi Banten Menyusut

SERANG, (KB).- Jumlah pemilih pada daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 di Provinsi Banten dipastikan menyusut pascabencana tsunami Selat Sunda. Hal tersebut dikarenakan banyak warga yang sudah tercatat dalam DPT meninggal dunia akibat tsunami selat sunda.

Berdasarkan data yang diterima KPU Provinsi Banten, di Kabupaten Pandeglang saja tercatat 31 warga yang masuk DPT Pemilu 2019 meninggal dunia pascabencana tsunami Selat Sunda akhir tahun lalu. Puluhan warga tersebut, berdomisili di empat kecamatan di wilayah Kabupaten Pandeglang, yaitu Kecamatan Cigeulis sebanyak 6 orang, Kecamatan Panimbang 21 orang, Kecamatan Sobang 2 orang, dan dari Kecamatan Pulosari 2 orang.

Puluhan korban tersebut, sebelumnya sudah ditetapkan KPU masuk dalam DPT dan memiliki hak pilih di Pemilu 2019. “Itu baru data sementara, kami belum dapat lagi update selanjutnya. Sampai sekarang, kami terus melakukan update data DPT yang meninggal, termasuk yang di Kabupaten Serang,” kata Ketua KPU Provinsi Banten, Wahyul Furqon saat ditemui wartawan seusai menghadiri diskusi di salah satu rumah makan Kota Serang, Rabu (9/1/2019).

Selain pendataan jumlah DPT yang meninggal dunia, KPU hingga ke tingkat bawah juga turut mendata berapa jumlah keseluruhan lokasi TPS di Banten yang hilang diterjang tsunami Selat Sunda. Nantinya, KPU akan merumuskan apakah tempat pemilihan tersebut dipindah atau tetap dipertahankan di lokasi awal.

“Kami terus meng-update data-data itu, termasuk TPS-nya juga. Supaya kami lebih mudah melakukan pemetaan TPS apabila ada rencana relokasi dari pemerintah. Pengaruhnya kan nanti ke partisipasi pemilih juga,” ujarnya.

Ia berharap, pemerintah bisa bersama-sama berkoordinasi dengan penyelenggara pemilu di berbagai tingkatan perihal rencana relokasi tersebut. Sebab, jika nanti dilakukan secara mendadak, dia khawatir partisipasi pemilih di wilayah terdampak bencana akan mengalami penurunan drastis.

“Kami masih menunggu informasinya seperti apa. Yang parah itu kan di Sumur. Ada beberapa desa berdasarkan informasi yang kami terima lokasi TPS-nya juga ikut hilang. Makanya, kalau relokasi dilakukan dekat menjelang pemilu, ini pasti akan repot,” ujarnya.

Ketua Bawaslu Provinsi Banten, Didih M Sudi mendorong, agar pendataan DPT dan TPS yang terdampak bencana tsunami Selat Sunda dilakukan secara akurat. Sebab, para penyelenggara pemilu nantinya akan melakukan pemetaan ulang untuk persiapan pelaksanaan pemilihan pada Rabu (17/4/2019).

“Termasuk tentang hunian sementara, itu nanti akan dibuat di mana saja. Karena ini terkait dengan pemetaan TPS. Mungkin nanti TPS akan dipindahkan atau dibentuk di lokasi asal, yang penting warga tetap tinggal di situ, walaupun dalam bentuk huntara (hunian sementara),” ucapnya.

Untuk rencana relokasi TPS, pihaknya perlu menunggu kepastian dari pemerintah daerah untuk penyesuaian pendataan ulang pascabencana tsunami. Sebab, ada wacana permukiman penduduk yang berdekatan dengan pesisir pantai, akan direlokasi, agar terhindar dari bencana serupa di kemudian hari.

“Kalau berdasarkan pantauan kami beberapa waktu lalu, memang ada beberapa TPS di sejumlah desa yang harus direlokasi ke tempat baru. Tapi, kepastiannya juga perlu menunggu rencana pemda. Karena, pendataannya ada di sana. Kami tetap optimistis, meskipun waktunya sudah mepet, tapi harus tetap terus berjalan,” tuturnya. (Rifat Alhamidi/HY)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here