Jumat, 22 Juni 2018
Komisioner KPU Kabupaten Serang saat menyampaikan uji publik penataan daerah pemilihan DPRD Kabupaten Serang di salah satu resto di Kota Serang, Jumat (9/2/2018).*

Jumlah Dapil Tetap, Alokasi Kursi Legislatif Diusulkan Berubah

SERANG, (KB).- Jumlah daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Serang dipastikan tidak mengalami perubahan pada Pemilu legislatif 2019. Namun, alokasi kursi legislatif di Kabupaten Serang diusulkan berubah di sejumlah dapil. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan uji publik usulan penataan daerah pemilihan DPRD untuk Pemilu Legislatif 2019, yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang di salah satu rumah makan di Kota Serang, Jumat (9/2/2018).

Ketua KPU Kabupaten Serang Muhamad Nasehudin mengatakan, berdasarkan hitungan sementara, untuk jumlah dapil tetap. Namun, untuk jumlah kursi di beberapa dapil ada perubahan. Pada tahun 2014, dapil I mendapat 11 kursi, dapil II 11 kursi, dapil III 10 kursi, dapil IV 10 kursi, dan dapil V 8 kursi. ”Sedangkan hitungan di 2017 terjadi perubahan yakni, dapil I menjadi 10 kursi atau berkurang satu kursi, dapil II sebanyak 11 kursi, dapil III menjadi 11 kursi atau bertambah satu kursi, dapil IV 10 kursi dan dapil 5 tetap delapan kursi,” katanya.

Dalam penataan tersebut, kata Naseh, memang timbul polemik karena data penduduk mengalami kenaikan. Namun, kenaikannya tidak merata. Kenaikan yang signifikan ada di dapil III, sementara di dapil I mengalami pengurangan. ”Artinya tidak seimbang. Makanya dalam kegiatan uji publik ini kita ngundang Disdukcapil untuk menjelaskan, karena kalau kita hanya sebagai pengguna data saja,” ucapnya.

Dalam diskusi tersebut, kata Naseh, beberapa partai politik sempat mengusulkan adanya perubahan rumpun dapil. ”Tadi ada usul bagaimana kalau dapilnya tetap lima tapi rumpun kecamatannya berubah. Sehingga satu sama lain bisa berbagi kursi tapi penduduknya juga dibagi lagi nah ini juga menjadi catatan kita dibuat dan diusulkan kepada KPU RI sebagai dasar, nanti mau pilih yang mana,” ujarnya.

Naseh mengatakan, uji publik tersebut berkaitan dengan perubahan jumlah penduduk. Sebab, dasar hitungan harga kursi legislatif bilangan pembaginya yaitu jumlah penduduk dibagi kursi. Untuk jumlah kursi telah ditetapkan berdasarkan jumlah penduduk yaitu 50 kursi. Naseh menjelaskan, pihaknya menyusun atau menata dapil sesuai dengan jumlah penduduk tahun 2017. ”Jumlah penduduk Kabupaten Serang yakni 1.435.003 jiwa dibagi dengan jumlah kursi 50. Sehingga diketahui alokasi harga satu kursi di Kabupaten Serang 28.700 penduduk,” tutur Naseh.

Sementara, Wakil Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Serang Iif Fachrudin mengatakan, jika ada perubahan pihaknya akan mengikuti semua aturan main yang ada. Sebab bagaimanapun semua prosedur tetap harus berjalan. ”Ada pun keinginan kami atau pun usulan agar diperjelas saja, jangan sampai nanti menjadi gaduh ada masyarakat ini kan supaya masyarakat terlibat aktif tidak hanya parpol dan KPU. Bagaimana masyarakat Kabupaten Serang khususnya mengetahui dan memahami. Ada perubahan itu supaya masyarakat mengerti dan paham,” ujarnya. Menurutnya, perlu diketahui juga bahwa saat ini partai politik sudah mulai menerima pendaftaran calon legislatifnya. Kebanyakan mereka yang mendaftar masih mengacu pada pemetaan tahun 2014 . ”Karena belum ada kejelasan yang pasti untuk tahun ini,” katanya. (DN)***


Sekilas Info

Pasca-Libur Idulfitri 1439 Hijriah, Pemkab Serang tak Lakukan Operasi Yustisi

Tidak seperti biasanya, pascalibur Lebaran 2018, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang tidak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *