Senin, 21 Mei 2018

JPO di Depan Kampus Mendesak

SERANG, (KB).- Mahasiswa di dua kampus di Kota Serang, yakni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dan Univeritas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten mengeluh, karena di depan kampus mereka tidak ada jembatan penyebrangan orang (JPO). Dengan arus lalu lintas tinggi dan rawan kecelakaan, keberadaan JPO sangat dibutuhkan.

“Sangat resah, karena parkiran kampus berseberangan, mau tidak mau mahasiswa harus nyeberang lewat jalan, padahal kalau ada JPO lebih nyaman dan keselamatan lebih terjamin,” kata mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untirta, Faisal kepada wartawan, Ahad (26/11/2017).

Ditambah lagi, posisi Kampus Untirta juga berdekatan dengan Terminal Tipe A Pakupatan, Kota Serang. Akibatnya, setiap hari banyak bus dan truk-truk besar yang melintas depan kampus. Kondisi tersebut tentu sangat berbahaya bagi mahasiswa yang menyeberang.

“Kadang risih juga banyak pengendara bus yang sembaragan berhenti di depan kampus. Ada juga kendaran yang membawa kendarannya sembarangan mengakibatkan kemacetan dan ini sangat berbahaya bagi para pejalan kaki khususnya mahasiswa,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, menurut dia, di depan kampus membutuhkan JPO, agar keselamatan pejalan kaki lebih terjamin. “Sangat perlu adanya JPO, karena kan dengan adanya JPO bisa membuat tingkat kecelakan pejalan kaki berkurang,” tuturnya.

Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) UIN SMH Banten, Syamsul Hidayat menuturkan, posisi kampus tempatnya belajar tidak jauh dengan Persimpangan Cicieri, Kota Serang, tidak jarang saat alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) atau lampu stopan menunjukkan lampu hijau banyak pengendara yang ngebut. “Itu sangat berbahaya bagi penyeberang,” katanya.

Ia berharap, agar di depan kampusnya dibangun JPO untuk menjamin keselamatan mahasiswa yang menyeberang. “Melihat kondisi yang ada memang sebagian besar mahasiswa UIN nyeberang jalan protokol di depan kampus, saya menilai ini perlu di fasilitasi penyeberangan jalan untuk menghindari kecelakaan terhadap mahasiswa,” ujarnya. (SN)***


Sekilas Info

Istilah Banten Lama Kecilkan Sejarah

SERANG, (KB).- Ketua Umum Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Banten, H Tubagus Abbas Wasse menginginkan semua pihak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *