Senin, 23 Juli 2018

JLU Kota Cilegon Perlu Kajian Matang

CILEGON, (KB).- Pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU) Kota Cilegon yang diprogramkan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon untuk pengembangan kawasan industri padat karya, diyakini sebagai solusi mengurangi pengangguran di Kota Cilegon.

Namun, rencana tersebut terbentur oleh tingginya upah minimun kota (UMK), di mana Kota Cilegon memiliki UMK tertinggi di Banten. Oleh karena itu, Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon akan mengkaji matang persoalan tersebut.

Kepala Bappeda Cilegon, Ratu Ati Marliati mengatakan, sejumlah rencana alternatif telah disiapkan untuk menyukseskan JLU sebagai wilayah industri padat karya. “Kami sudah menyiapkan sejumlah rencana. Memang masih perlu kajian lagi,” katanya, kemarin.

Pihaknya sedang menginisiasi perjanjian dengan badan usaha dengan pola kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Di mana badan usaha tersebut membangun JLU, dengan konsesi mengelola lahan JLU untuk kepentingan bisnis. “Konsesinya, badan usaha itu bisa melakukan usaha, di mana pekerjanya, adalah warga Cilegon. Tapi, ruang geraknya akan dibatasi dengan perjanjian-perjanjian,” ujarnya.

Namun, secara umum, kondisi UMK Cilegon tertinggi di Banten diakui sebagai tantangan tersendiri. Berkaitan dengan hal tersebut, dia menuturkan, sedang menunggu hasil kajian Disnaker Cilegon. “Terkait persoalan UMK, kami memang sedang menunggu kajian Disnaker. Namun, kami optimistis, jika JLU akan ditaksir oleh para investor,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Cilegon, Buchori meyakini, jika tingginya UMK Cilegon tidak akan berpengaruh pada niatan para investor menanam saham di Cilegon. Sebab, menurut dia, kawasan JLU tidak kalah strategis dengan wilayah Ciwandan. “UMK itu hanya salah satu faktor penentu ketertarikan investor. Tapi, masih banyak nilai positif dari JLU, misalnya letaknya yang strategis, karena dekat dengan pelabuhan juga akses tol dan lain-lain,” tuturnya.

Terkait tingginya UMK Cilegon, dia mengatakan, bahwa hal tersebut tidak dapat dihindari. Mengingat perhitungan kebutuhan hidup layak (KHL) Cilegon juga tinggi. “Perhitungan UMK sudah sesuai aturan yang berlaku. Jadi, tidak bisa diotak-atik lagi,” katanya. (HS)*


Sekilas Info

BKP Cilegon Amankan Ribuan Kilogram Daging Celeng

CILEGON, (KB).- Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon kembali mengamankan ribuan kilogram daging celeng, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *