Jika UU ASN tak Direvisi, Hanya 35 Honorer K2 Memenuhi Syarat

SERANG, (KB).- Perwakilan honorer kategori 2 (K2) Kabupaten Serang mendatangi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Senin (1/10/2018). Mereka meminta dukungan pemkab, untuk percepatan revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN). Hal tersebut, karena jika UU ASN tetap diberlakukan di Kabupaten Serang hanya 35 honorer K2 yang memenuhi syarat aturan tersebut.

Kedatangan honorer K2 diterima Sekretaris Daerah, Tubagus Entus Mahmud Sahiri, Kepala BKPSDM Kabupaten Serang, Rif,ah Maftuty, Kepala Bagian Hukum, Sugi Hardono, dan Kepala Bagian Kominfo Setda Pemkab Serang, Anas Dwisatya. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Sekda.

Ketua Forum Honorer K2 Kabupaten Serang, Asep Syamsudin mengatakan, pihaknya meminta dukungan Pemkab Serang, agar turut mendorong percepatan revisi UU ASN melalui rekomendasi daerah ke pemerintah pusat. Revisi UU ASN dinilai mendesak, karena jika tetap diberlakukan, maka hanya 35 honorer K2 Kabupaten Serang yang memenuhi syarat sesuai UU ASN.

“Ya sampai saat ini kan payung hukum untuk honorer K2 belum ada, makanya kami meminta dukungan ke pemkab, agar bisa merekomendasikan atau mengusulkan ke pusat untuk mempercepat revisi UU ASN. Sekarang total honorer K2 di bidang pendidikan SD dan SMP sebanyak 969 orang, dari jumlah itu kalau tetap mengikuti UU ASN hanya 35 orang yang memenuhi syarat,” katanya kepada Kabar Banten.

Menurut dia, 35 orang tersebut, syarat administrasinya sudah sesuai. Sebenarnya jika hanya melihat batas usia diperkirakan jumlahnya lebih dari itu yang memenuhi syarat, namun dalam aturan lainnya ada juga syarat pendidikannya harus S1 sebelum Ahad (3/11/2013).

Sementara, banyak yang tidak sesuai Permenpan Nomor 36 dan 37. “Jadi, pendidikannya itu banyak yang di atas 2013, sedangkan pada Permenpan Nomor 36 dan 37 itu kan harus berijazah S1 sebelum Ahad (3/11/2013). Sementara, yang sesuai syarat itu hanya 35 orang, sisanya selain usianya sudah lewat ijazah mereka juga lewat 2013,” ujarnya.

Ia menuturkan, Kabupaten Serang kekurangan banyak pegawai. Oleh karena itu, honorer K2 meminta, agar didahulukan pengangkatannya, karena masa kerja dan usia juga sudah sangat lama. “Sudah pada tua. Honorer K2 berharap, agar revisi segera disahkan, agar honorer K2 bisa terakompodir tanpa melihat usia dan pengangkatannya mempertimbangkan masa kerja, jadi ada kekhususan untuk K2,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, honorer K2 sudah berjuang sejak pengangkatan K1 dan K2 pada 2013 dan sampai sekarang masih terus berjuang. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari koordinasi ke pemerintah pusat, DPR RI, audiensi dengan Menpan, ke gubernur, dan DPRD Provinsi.

“Apalagi di tingkat kabupaten/kota, itu perjuangan kami terus. Sejak selesai tes penerimaan 2013, yang pengakatan K1 dan K2, kami mulai dari situ sampai sekarang perjuangan sudah sangat luar biasa. Sementara, sekarang makin banyak yang tidak bisa diangkat kalau UU ASN tidak direvisi,” tuturnya.

Tindaklanjuti aspirasi

Sementara, Sekretaris Daerah Pemkab Serang, Entus Mahmud mengatakan, forum honorer K2 menyampaikan aspirasinya ke pemkab yang diminta untuk membantu mereka dalam perjuangan untuk diangkat menjadi ASN.

“Mereka ingin diusahakan, agar di dalam penerimaan CASN ini diperlakukan khusus, yaitu tidak dibatasi usia minimal 35 tahun, karena kalau dibatasi 35 tahun, maka hanya sekitar 4 persen saja dari seluruh keberadaan honorer K2. Mereka mengingkan seleksinya diperlakukan khusus, tidak disamakan dengan umum, dan apabila memungkinkan mereka inginnya diangkat langsung,” katanya.

Ia mengungkapkan, pihaknya memahami dan berempati terhadap mereka, karena memang mereka sudah mengabdi belasan tahun di Kabupaten Serang. Namun, persoalannya, kewenangan, untuk memenuhi harapan mereka tersebut adanya di pemerintah pusat. “Makanya, kami akan mendukung saja dengan melanjutkan permohonan mereka ke pemerintah pusat, dalam hal ini ke Kemenpan RB, BKN. Untuk menjadi bahan pertimbangan,” ujarnya.

K2, ucap dia, mendorong segera dilakukan revisi UU ASN, yang mencantumkan batas usia dan persyaratan lainnya. Untuk itu, pihaknya akan menindaklanjuti dengan menyampaikan permohonan mereka ke pemerintah pusat.

“Dalam hal ini, mereka (honorer K2) juga tidak menolak terhadap pengangkatan CASN yang sekarang dilakukan, karena kalau menolak, prosesnya kan sedang berlangsung tahapan pendaftaran. Kemudian, alangkah naifnya kalau misalkan ditolak, ketika kami butuh pegawai. Jadi, pemkab juga tidak menolak penerimaan CASN, namun akan memfasilitasi untuk menyampaikan aspirasi mereka ke pemerintah pusat,” tuturnya.

Ia mengatakan, dalam pekan ini aspirasi tersebut akan disampaikan secara tertulis ke pemerintah pusat. “Minggu-minggu ini Insya Allah sudah kami sampaikan, sedang dibuat suratnya,” katanya. (YY)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here