Jembatan Lebak Pakis Segera Digarap

PANDEGLANG, (KB).- Direktur CV Mahakar Wiguna, Emul, mengakui keterlambatan pelaksanaan proyek pembangunan jembatan di Kampung Lebak Pakis, Desa/Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang. Namun, keterlambatan itu salah satunya akibat masih ada proses penyelesaian teknis administrasi yang harus diselesaikan. Dalam waktu dekat, dia memastikan proyek tersebut secepatnya akan digarap sesuai perjanjian dalam kontrak.

“Bukan terlambat, memang ada proses administrasi yang masih perlu diselesaikan, di antaranya gambar, dokumen dan lainnya,” kata Emul saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Senin (4/9/2017). Menurut dia, penyelesaian dokumen administrasi tersebut dilakukan karena masih ada perubahan. Sehingga, harus memakan waktu dan itu diakui memengaruhi terhadap pelaksanaan pekerjaan yang seharusnya sudah dikerjakan Agustus 2017 . “Ada perubahan gambar, jadi ya kita bereskan dulu. Tetapi, saya pastikan hari ini sudah mulai dikerjakan,” ucapnya.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) DPUPR Pandeglang, Ade Taufik Rahman Syah mengatakan, keterlambatan pelaksanaan proyek terjadi akibat adanya perubahan konstruksi besi (WP) jembatan. Hal itu terjadi karena ada pengurangan atau penyesuaian volume penggunaan WP jembatan tersebut. “Ada penyesuaian volume WP, jadi ya harus dibereskan dulu dokumennya. Itu sudah kita bicarakan dengan pihak rekanannya,” ujarnya.

Ia mengakui, proses pencairan sebesar 30 persen juga sudah dilakukan. Meski ada keterlambatan, proses pelaksanaan tetap mengacu pada waktu kontrak 120 hari. Jika molor maka akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan. “Sudah cair, tiga hari yang lalu. Hari ini sudah mulai dikerjakan proyeknya,” tuturnya.  Seperti diberitakan, proyek pembangunan jembatan di Kampung Lebak Pakis, Desa/Kecamatan Cibaliung, senilai miliaran rupiah dipersoalkan, karena hingga saat ini proyek tersebut belum dikerjakan.

“Berdasarkan informasi, proyek itu seharusnya sudah mulai dilaksanakan 9 Agustus, namun sampai sekarang belum ada kegiatan di lokasi proyek,” kata seorang aktivis Pandeglang, Arif Wayudin, Ahad (3/9/2017). Menurutnya, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui Unit Pelaksana Teknis Wilayah VII sudah menerbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan Surat Perintah Lapangan (SPL). (H-38)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here