Jembatan ”Harfa” di Lebak Gedong Diresmikan

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya beserta Direktur Laz Harfa Banten Indah Prihanande berjalan di atas jembatan gantung "Harfa" yang baru diresmikan di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong, Rabu (5/2/2020).*

HARAPAN masyarakat Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong terdampak bencana untuk memiliki infrastruktur jembatan sebagai penopang roda perekonomian terwujud. Hal itu setelah dibangunnya jembatan gantung “Harfa” sepanjang 100 meter yang diresmikan pada Rabu (5/2/2020).

Peresmian jembatan yang dibangun Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (Laz Harfa) bersama Baitulmaal Muamalat (BBM) dan Vertical Rescue Indonesia (VRI) itu penyintas banjir dan longsor di Lebak itu, secara simbolis oleh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.

“Kita sangat bersyukur atas dibangunnya jembatan gantung donasi dari Laz Harfa, BMM, dan VRI ini. Keberadaan jembatan ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.

Bupati mengungkapkan, satu persatu jembatan harapan bisa terbangun menyambungkan transportasi. Dengan kebersamaan ini, warga Lebak khususnya yang terdampak bencana bisa bangkit.

“Kita berikhtiar bersama-sama sabar dan tawakal. Lebak adalah milik kita semua, tidak ada aku tidak ada kamu, kita adalah keluarga” katanya.

Direktur Laz Harfa Banten Indah Prihanande mengungkapkan, tujuan pembangunan jembatan tersebut untuk mewujudkan harapan para penyintas untuk memiliki akses yang lebih aman dan nyaman untuk memenuhi kebutuhannya, baik itu untuk pergi ke sekolah, ke sawah, ke kebun atau kemana pun.

“Kami harap adanya jembatan ini, aktivitas warga dapat berjalan normal kembali. Paling penting agar mereka tidak terisolir lagi,” katanya.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya meresmikan jembatan gantung “Harfa” sepanjang 100 meter di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong, Rabu (5/2/2020).*

Menurut dia, sebelumnya di Kampung Muhara ada dua jembatan. Satu jembatan swadaya masyarakat dan jembatan penghubung yang dibangun oleh pemerintah. Jembatan itu sudah puluhan tahun berdiri memudahkan akses masyarakat, karena merupakan jalur Provinsi yang dapat menghubungkan banyak tempat.

“Namun putus karena banjir bandang. Harapannya setelah ada jembatan harapan ini, para penyintas dapat lebih mudah dan aman untuk melakukan aktivitas, sekalipun nanti jembatan dari pemerintah akan dibangun,” katanya.

Perwakilan BBM, Galih Pujonegoro menjelaskan adanya jembatan ini dapat membantu mempererat silahturahmi masyarakat, memudahkan akses pendidikan dan ekonomi.

“Kultur gotong royong di desa ini sangat kental sekali, masyarakatnya luar biasa. Sehingga, kami tidak ragu untuk membantu masyarakat di sini bersama LAZ Harfa karena kami juga sudah mendampingi selama dua tahun,” ujarnya.

Sementara, Kepala desa (Kades) Ciladaeun Yayat Dimyati mengucapkan syukur atas kepedulian Laz Harfa, BMM dan VRI atas pembangunan jembatan harapan penyintas banjir bandang.

“Alhamdulilah Harfa membangun jembatan ini. Sebagai pengganti jembatan lama yang putus diterjang banjir bandang,” katanya.

Putusnya jembatan telah membuat matinya akses jalur provinsi yang sangat vital. Karena, memutuskan akses transportasi di jalan utama.

“Namun kita bersyukur atas kesigapan Harfa, VRI dan BMM telah membantu membangunkan jembatan ini,” ucapnya. (Galuh Malpiana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here