Jemaah Umrah Diwajibkan Bayar Asuransi Kesehatan

SERANG, (KB).- Usai menghapuskan visa progresif umrah, Pemerintah Arab Saudi memberlakukan peraturan baru yakni jemaah diwajibkan membayar ansuransi kesehatan. Kebijakan itu, untuk memberikan perlindungan kepada jemaah selama melaksanakan ibadah umrah.

“Pembayaran asuransi kesehatan itu, merupakan Keputusan Kepdirjen (Direktorat Jendral) Penyelenggara Haji dan Umrah tentang pendaftaran jemaah umrah,” kata Kepala seksi (Kasi) Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Banten Deni Rusli, di Kemenag Banten, Kamis (26/9/2019).

Ia mengatakan, Kepdirjen tersebut sebagai bentuk perlindungan kepada jemaah umrah. Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), wajib mengasuransikan setiap jemaah yang akan melaksanakan ibadah.

Mewajibkan membayar asuransi kesehatan tersebut, kata dia, tentu tidak akan memberatkan. Akan tetapi, untuk melindungi jemaah.

“Setiap biro perjalanan, sudah menjalankan program asuransi untuk jemahnya. Jadi, sebenarnya kalau sakit di rumah sakit di sana, selama ini free. Tapi, kemungkinan ke depan mau dimasukkan ke asuransi,” tuturnya.

Ia berharap, PPIU untuk mematuhi Kepdirjen yakni untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan jemaah. Selain itu, jemaah agar mengetahui dan mematuhi peratruran tersebut. Sehingga, dalam melaksanakan perjalanan ibadah umrah lebih tenang dan khusyuk.

“Jika ada PPIU yang tidak patuh, tentu tidak akan bisa masuk dalam aplikasi Sisitem Informasi dan Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah (Siskopatuh). Sehingga, perjalanan umrahnya tidak akan bisa terlakasana,” katanya. (DE)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here