Minggu, 24 Juni 2018
EKSPRESI kekesalan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy saat memimpin apel rutin di pelataran Masjid Raya Al Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (5/3/2018).*

Jelang Rotasi/Mutasi, Wagub Kesal Banyak Pegawai Malas

SERANG, (KB).- Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meluapkan kekesalannya saat memimpin apel rutin bulanan di Pelataran Masjid Raya Al Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (5/3/2018).  Kekesalannya dipicu adanya informasi bahwa banyak pejabat yang terkesan malas-malasan jelang rotasi/mutasi.

”Saya mendengar ada pegawai-pegawai di OPD-OPD, bahwa selentingan terdengar ‘saya akan bekerja setelah mutasi dilakukan’. Salah kalau caranya seperti itu, salah. Tidak ada pola bekerja ‘setelah mutasi baru bekerja’,” ujar Wagub dengan nada tegas.

Andika menjelaskan, proses rotasi dan mutasi dilakukan setelah melihat kualitas dan kinerja pegawai. Oleh karena itu, wagub meminta ASN Pemprov Banten meningkatkan kinerjanya dengan baik. ”Ibu dan bapak gelisah terkait rotasi dan mutasi. Saya dengan Pak Gubernur lebih gelisah karena program tidak ada yang jalan di 2018. Tolong program prioritas dijalankan, aplikasikan, jangan sampai ini menjadi hambatan bagi kita semua,” kata Andika.

Ia menuturkan, Gubernur Banten Wahidin Halim dalam waktu dekat akan melakukan assessment bagi seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Banten. Hal itu dilakukan untuk melihat sejauh mana kualitas dan kuantitas kinerja para pejabat dan staf ASN Pemprov Banten.

”Kepada bapak/ibu semua, rotasi dan mutasi akan dilakukan, tetapi sebelum melakukan rotasi dan mutasi dalam kaitan peningkatan kualitas kinerja masing-masing semua pegawai ASN Banten ditugaskan untuk melakukan assessment. Seluruhnya jangan sampai ada yang ditinggal. Bahkan Pak Gubernur menginginkan assessment sampai tingkat staf,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu ia juga menyinggung soal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022 yang diakuinya masih jauh dari harapan. Soalnya, banyak program-program terutama program pelayanan masyarakat masih belum optimal.

”Hasilnya selama 9 bulan ini tidak memuaskan, banyak pelayanan terhadap masyarakat belum maksimal. Banyak pekerjaan teknis pembangunan belum terealisasi. Ini menunjukkan bahwa indikator dari kinerja ASN Provinsi Banten bisa dikategorikan kurang baik,” tuturnya.

Menurutnya, masih ada program-program yang belum optimal, terutama pendidikan dan kesehatan gratis. Oleh karena itu, Wagub mengajak OPD untuk melakukan langkah-langkah konkret agar dapat memberikan pelayanan dan kinerja terbaik kepada masyarakat.

”Pelayanan pendidikan gratis masih mandeg. Masih adanya pungutan liar di luar kesepakatan komite sekolah. Saya sama Pak Gubernur sebetulnya tidak tega pada saat beberapa waktu lalu ada kepala sekolah yang langsung dipecat, tidak tega kami. Cuma kami harus melakukan langkah-langkah konkret untuk dapat memacu seluruh komponen birokrat di Provinsi Banten ini agar dapat memberikan peningkatan kinerja,” ujarnya.

Andika pun memberikan kesempatan hingga bulan depan kepada pegawai untuk dapat menunjukkan semangat yang tinggi dalam menjalankan tugasnya. ”Mudah-mudahan pada momentum apel ini harus bisa diaplikasikan oleh bapak/ibu semua. Kira-kira saya tanya bapak ibu setuju tidak, Banten ingin maju tidak, bapak ibu semangat semua tidak, jadi kalau bulan depan evaluasinya masih jelek saya harus apakan saya mau tanya? Saya melakukan apa? kata Wagub. (RI)***


Sekilas Info

Dana Parpol Segera Cair

SERANG, (KB).- Bantuan dana partai politik (parpol) sudah bisa dicairkan pada Juli 2018. Parpol peraih kursi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *