Jelang Ramadhan, Tempat Hiburan Malam Disisir

Petugas gabungan mengamankan minuman keras saat melakukan razia, Kamis (2/5/2019) dini hari.*

SERANG, (KB).- Jelang Bulan Suci Ramadhan, tempat hiburan malam di berbagai daerah di Banten disisir petugas gabungan. Sebab, mulai dari kedai minuman hingga bar atau diskotek, wajib tutup atau dilarang beroperasi selama Bulan Suci Ramadhan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang misalnya, mengeluarkan surat edaran yang disebarkan Dinas Satpol PP Kabupaten Serang dalam beberapa hari ke depan.

“Surat edaran tersebut sudah disampaikan bidang PPUD kepada Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah untuk ditandatangani,” kata Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Hanaf kepada Kabar Banten, Kamis (2/5/2019).

Dia mengatakan, isi surat tersebut tidak jauh berbeda dengan surat-surat sebelumnya. Di antaranya, rumah makan dan warung nasi agar tutup di siang hari dan baru buka mulai pukul 17.00 WIB. Kemudian tempat hiburan malam harus tutup selama satu bulan penuh. “Kalau surat sudah dua hari lalu diserahkan. Nanti Minggu kita sebarkan,” ujarnya.

Setelah surat tersebut tersebar, Hanafi akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap tindak lanjut surat edaran tersebut. “Nanti setelah ditandatangani sejauh mana follow-up nya jadi disebarkan dulu edarannya,” ucapnya.

Ia mengatakan, surat edaran tersebut berlaku untuk semua tempat hiburan dan rumah makan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Serang. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, selalu ada rumah makan yang membuka di siang hari.

“Di warung tegal di Ciruas juga ada terus, rumah makan Padang di Cijeruk juga ada, berapa kali kami lakukan kalau pengalaman tahun lalu,” tuturnya.

Di Kota Cilegon, Dinas Satpol PP Banten dibantu Dinas Satpol PP Kota Cilegon, Dinas Satpol PP Kabupaten Serang, serta petugas dari TNI dan Polri, menggelar razia di sekitar Jalan Aat Rusli (sebelumnya Jalan Lingkar Selatan atau JLS), Kota Cilegon, dan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Kamis (2/5/2019) dini hari. Saat itu, sejumlah tempat hiburan malam dan rumah kontrakan disisir para petugas.

Hasilnya, ratusan minuman keras berhasil disita dari sejumlah tempat hiburan malam. Bahkan puluhan pasangan mesum di sebuah losmen Jalan Buah Jangkung, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, digelandang petugas.

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perda pada Satpol PP Banten Mugmi Laqoni mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk menanggapi keresahan masyarakat perbatasan Kota Cilegon-Kabupaten Serang. Berdasarkan informasi, wilayah yang didatangi dini hari itu penuh dengan kegiatan berbau maksiat.

“Sasaran razia ini yaitu tempat hiburan malam dan tempat penginapan. Kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa sering terjadi kegiatan terlarang. Kegiatan yang dikhawatirkan masyarakat kami nilai telah melanggar Perda No. 3 Tahun 2016 Pemprov Banten tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat,” ucapnya di sela-sela razia.

Saat itu, petugas gabungan di tempat hiburan malam langsung melakukan penyitaan miras. Minuman yang disita berjenis kadar alkohol tinggi dan dijual melebihi aturan.
Tidak hanya itu, para petugas juga memeriksa dokumen kependudukan para pemandu lagu.

“Miras yang kadar alkoholnya melebihi aturan, kami sita untuk dijadikan barang bukti. Selain itu, para pemandu karaoke yang tidak memiliki identitas terpaksa kami bawa untuk didata lebih lanjut,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Penegakan Perundang-undangan Dinas Satpol PP Kota Cilegon Sofan Maksudi mengatakan, pada razia tersebut pihaknya hanya bersifat memberikan dukungan. “Kami sifatnya perbantuan, jadi untuk kegiatan itu sih silakan ke Dinas Satpol PP Banten saja,” katanya.

Wajib tutup

Begitu pun di Kota Tangerang, telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pengusaha rumah makan dan tempat hiburan. Surat Edaran tersebut tidak lain adalah untuk menjaga nilai toleransi dan saling menghormati antar umat beragama.

“Ketentuan ini harus dipatuhi oleh para pengusaha rumah makan dan jasa hiburan umum,” ujar Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, Kamis (2/5/2019).

Dalam Surat Edaran Nomor 451/1437/Disbudpar tertanggal 2 Mei 2019 tersebut, tertera tiga poin yang harus dipatuhi oleh seluruh pengusaha rumah makan dan usaha hiburan. Bagi rumah makan dan sejenisnya, jam mulai buka dari pukul 15.00 dan tidak membuka usahanya secara terbuka atau menggunakan tirai.

Sedangkan bagi jasa hiburan umum (Singing Hall, Karaoke, Sauna, SPA, Massage dan Billiard) wajib menutup segala aktivitasnya sehari sebelum hari pertama Bulan Suci Ramadan (H-1) yaitu tanggal 5 Mei 2019 dan dapat buka kembali (H+3) setelah Hari Raya Idulfitri 1440 H.

Arief menekankan apabila para pengusaha rumah makan atau jasa hiburan tidak mematuhi peraturan tersebut, maka tempat usahanya akan ditutup. “Sudah jelas tertera sanksinya, tempat usahanya akan kita tutup,” tuturnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata pada Dinas Budaya dan Pariwisata (Budpar) Kota Tangerang, Rizal Ridollah menerangkan, selama Bulan Suci Ramadan, rumah makan dan tempat hiburan umum harus mengikuti peraturan yang ada. “Harus diikuti, kalau tidak akan kami tutup langsung,” kata Rizal.

Surat edaran ini juga sebagai langkah untuk menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadan. “Kami bersama tim akan terus melakukan pemantauan, baik siang maupun malam hari,” tuturnya. (DN/AH/DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here