Jelang Ramadan, KAMMI Banten Ajak Pejabat Taubat

SERANG, (KB).- Menjelang bulan Ramadan, sejumlah mahasiswa yang berasal dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia(KAMMI) Banten menggelar aksi demonstrasi di pusat Kota Serang untuk mengajak masyarakat Indonesia agar bertaubat atas segala kekhilafan yang terjadi selama ini sebagai sebuah bangsa, lebih khusus kepada penyelenggara negara yang dirasa kurang mampu memberikan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Massa aksi tersebut melakukan jalan panjang bersama atau longmarch dari kampus UIN SMH Banten menuju perempatan Alun-alun Kota Serang sejak pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Mereka menggunakan momentum peringatan di bulan Mei yang terdiri dari Hari Buruh, Hari Pendidikan Nasional, 21 Tahun Reformasi, hingga momentum Ramadan yang jatuh pada bulan Mei 2019 ini, untuk menyuarakan berbagai permasalahan yang terjadi terkait hari-hari peringatan tersebut.

Dalam aksinya, mereka mengutarakan berbagai permasalahan yang menyangkut buruh, dunia pendidikan di Banten, serta pemilu 2019 yang dirasa sangat mengecewakan. Koordinator lapangan aksi, Aldi Agus Setiawan menyebutkan bahwa terdapat masalah yang menghantui anak-anak bangsa dalam dunia kerja.

“Masih ditemukan dugaan praktik jual beli pekerjaan di beberapa tempat, menjadi masalah tersendiri bagi anak-anak bangsa yang ingin mencari kerja. Belum lagi masalah Tenaga Kerja Asing (TKA) unskill yang mengisi ruang-ruang pekerjaan yang semestinya diisi oleh pekerja-pekerja lokal. Serta PP No.78 tahun 2015 merupakan kebijakan yang tidak pro terhadap buruh,” katanya.

Ketua Bidang Kebijakan Publik KAMMI Wilayah Banten Muhammad Fadli mengatakan pemerintah dalam hal ini di Provinsi Banten masih memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan dalam dunia pendidikan di Banten.

“Perbaikan kehidupan masyarakat akan membaik, manakala pendidikan masyarakat Indonesia diberikan akses seluas-luasnya. Beberapa daerah di Provinsi Banten masih memberlakukan wajib belajar sembilan tahun, ini yang membuat keterbelakangan kita karena tingkat pendidikan masih rendah. Harus adanya penguatan infrastruktur sarana pendidikan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dan mendorong wajib belajar 12 tahun,” katanya.

Ketua Umum KAMMI Wilayah Banten, Imam Maulana menyoroti permasalahan Pemilu 2019 yang dinilai mengecewakan. “Pemilu 2019 merupakan pemilu terburuk sepanjang masa. Mulai dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang bermasalah, penggunaan kotak suara kardus yang tidak tepat dan justru menjadi masalah tersendiri, surat suara yang telah tercoblos di beberapa tempat, di tambah lagi dengan kabar duka dari para petugas yang wafat karena proses pemilu yang terlalu berat, tidak efektif dan efesien,” ujarnya.

Imam mengatakan dengan segala problematika yang terjadi menjelang Ramadan ini mengajak segala pihak untuk melakukan taubat serentak agar dapat menjalani Ramadan menjadi lebih ringan.

“Hari-hari menjelang Ramadan kita disuguhkan dengan berbagai permasalahan bangsa, untuk itu kita perlu mengevaluasi, bermuhasabah, memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala kekhilafan yang terjadi. Semoga kita dapat menjalan ibadah Ramadhan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya. (Azzam/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here