Jelang Pra PON 2019, Muaythai Banten Seleksi Atlet

SERANG, (KB).- Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) Banten akan menyeleksi atlet menyusul adanya perubahan regulasi di tiga kelas. Perubahan tersebut membuat Pengprov MI Banten harus bergerak cepat menyeleksi atlet, mengingat waktu pra kualifikasi Pekan Olah raga Nasional (PON) berlangsung di 2019 ini.

“Ada perubahan di tiga kelas. Kelas tersebut untuk dua putri 48 kilogram (kg) dan 57 kg. Sedangkan satu kelas lagi untuk putra di 78 kg. Perubahan tersebut dikarenakan ada batasan usia di bawah 18 tahun,” ujar Ketua Pengprov MI Banten, Roni Alfanto usai menyerahkan piala Kejurnas Muaythai Kasad dan Menpora di Sekretariat KONI Banten, Rabu (9/1/2019).

Ia menjelaskan, adanya perubahan kelas tersebut membuat pembinaan atlet harus mulai dari nol. Dia yakin, dengan waktu yang semakin mepet tidak membuat proses seleksi dan pembinaan terganggu. “Insya Allah cukup (waktu seleksi), kami akan seleksi ulang untuk tiga kelas tersebut,” kata Roni.

Ia mengatakan, atlet yang diseleksi berusia 15 sampai 16 tahun. Perubahan regulasi tersebut, kata dia, sangat berpengaruh terhadap atlet yang sudah masuk di tiga kelas tersebut. Imbasnya, atlet tersebut terpaksa dicoret karena terbentur masalah usia.

Di tiga kelas tersebut, atlet Banten cukup berprestasi. Terbukti pada event kejuaraan nasional (kejurnas) dan liga nasional (liganas) tiga kelas tersebut mempersembahkan medali untuk Banten. “Kejurnas dulu dapat 9 (medali), kelas itu (dari tiga kelas yang berubah regulasi) di liganas tiga-tiganya dapat emas,” ucap Roni.

Usai menyeleksi tiga kelas tersebut, kata dia, seluruh atlet muaythai akan mengikuti training center (TC) atau pemusatan latihan. Diagendakan TC tersebut berlangsung Februari 2019. “Bulan besok harus sudah TC, awal Februari itu wajib TC. Dan, kami akan melakukan TC mungkin sudah bisa minggu kedua atau minggu ketiga (Januari) paling telat Februari sudah TC,” tutur Roni.

Di event PON Papua 2020, Pengprov MI Banten, kata dia, menargetkan sebanyak-banyaknya medali. Ia optimistis Banten akan mengukir prestasi di Papua. Keoptimisan tersebut berdasarkan raihan prestasi atlet di event kejurnas yang berhasil menyabet juara umum. “Untuk PON sebanyaknya-banyaknya target medali emas, semua 15 nomor turun semua termasuk tiga nomor baru tersebut,” ucap Roni.

Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo menuturkan, pihaknya siap memfasilitasi TC seperti yang diminta atlet muaythai Banten. TC dinilai sangat penting menjelang keberangkatan atlet di PON Papua 2020. “Memang ada program TC, setelah ditentukan lolos babak kualifikasi harus TC. Anak-anak yang berangkat PON kami adakan TC,” tutur Rumiah. (FI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here