Jelang Pilkada 2020, PPP Digoyang Isu tak Sedap

CILEGON, (KB).- Menjelang Pilkada 2020, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kota Cilegon digoyang isu tak sedap. Beredar kabar bahwa sejumlah kader PPP di Kota Cilegon mengundurkan diri mengikuti Ketua DPW PPP Banten Agus Setiawan.

Para pengurus PPP yang dikabarkan mundur termasuk Sekretaris DPC PPP Kota Cilegon Maman Suherman diisukan pindah partai.

”Saya mundur dari kepengurusan PPP karena ingin fokus dan usaha buat keluarga. Untuk pindah partai, nanti sajalah. Saatnya fokus buat keluarga terlebih dahulu,” kata salah seorang kader PPP Kota Cilegon yang tidak mau disebut namanya.

Namun isu kemunduran para pengurus DPC PPP Kota Cilegon dibantah oleh Sekretaris DPC PPP Kota Cilegon Maman Suherman.

Maman mengatakan, saat ini dirinya masih berstatus kader PPP dengan jabatan Sekretaris DPC PPP Kota Cilegon.

”Nggak ada itu, kata siapa, itu hanya isu saja. Pak Agus saja sudah disebut mantan Ketua DPW (PPP). Saya masih tetap menjadi sekretaris di DPC PPP Kota Cilegon. Dan tidak ada kader yang mundur dari PPP. Pak Agus saja belum jelas dan tidak ada klarifikasi dari yang bersangkutan,” ucapnya.

Disinggung mengenai mundurnya kader PPP Kota Cilegon, lagi-lagi Maman membantah bahwa pengunduran diri itu tidak ada. Karena, kata Maman, untuk mengundurkan diri itu harus ada mekanisme yang ditempuh seperti surat di atas materai dan ditandatangani yang bersangkutan.

”Nggak ada, kalaupun ada biasanya memberi kabar baik secara lisan maupun melalui pesan WhastApp. Dan pengunduran diri itu ada mekanismenya tidak secara dadakan mundur. Dan saya tekankan PPP Kota Cilegon masih solid,” ucapnya.

Sementara sumber di DPW PPP Banten mengatakan, mundurnya Agus Setiawan dari Ketua DPW PPP Provinsi Banten dikarenakan menjabat sebagai salah satu Direktur BUMD di Bogor.

”Jadi Pak Agus mundur sebagai ketua DPW karena beliau menjabat sebagai salah satu Dirut BUMD di Kota Bogor. Bahkan surat pengunduran dirinya secara tertulis juga sudah dikirimkan ke DPP,” katanya yang tidak mau menyebutkan identitasnya, Ahad (26/1/2020).

Dia mengatakan, setelah adanya pengunduran diri tersebut, maka sejumlah pengurus DPW mengirimkan tiga nama untuk dilakukan penggantian. Namun, sampai sejauh ini belum ada respons dari DPP. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here