Jelang Penutupan, Wahidin Halim Tinjau Kafilah MTQ Banten 2019

TANGERANG, (KB).- Gubernur Banten Wahidin Halim meninjau pelaksanaan MTQ XVI tingkat Provinsi Banten yang berlokasi di Kota Tangerang, Kamis (28/3/2019). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Banten didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Dadi Budaeri, dan Sekretaris Bappeda Kota Tangerang Sugiharto Achmad Bagdja.

Pria yang akrab disapa WH ini mengunjungi beberapa venue pelaksanaan MTQ XVI Banten yang berlokasi di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang seperti Masjid Al Adzom, Gedung MUI Kota Tangerang, Gedung Juang TMP Taruna, dan Ruang Al Amanah Pemkot Tangerang.

Mantan Wali Kota Tangerang dua periode ini mengatakan, kunjungannya kali ini ke MTQ XVI tingkat Provinsi Banten tak lain ingin melihat langsung para kafilah dari delapan kota/kabupaten saat bertanding. “Kafilahnya sangat luar biasa. Tadi saya lihat kaligrafi yang dilukis sangat bagus,” kata Wahidin Halim.

Selain melihat kafilah bertanding, WH juga mengomentari soal fasilitas baik sarana dan prasarana yang disajikan oleh Kota Tangerang sebagai tuan rumah sangat memadai. Semoga hal seperti ini bisa dilakukan oleh tuan rumah MTQ Provinsi Banten berikutnya. “Fasilitas yang disediakan sangat layak sekali,” tutur WH.

Diketahui, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XVI tingkat Provinsi Banten di Kota Tangerang telah berlangsung di 13 venue yang tersebar di berbagai lokasi seperti Masjid Al Azhom, Masjid Sari Asih Karawaci, Masjid Istiqomah Babakan dan lainnya. Direncanakan MTQ Banten akan berakhir Jumat (29/3/2019) dan ditutup pukul 19.30 WIB.

Pantauan Kabar Banten, selama MTQ berlangsung, di setiap venue tersedia warung amal guna memenuhi kebutuhan peserta dan pengunjung.

Plt Asisten Daerah II Sugiharto Ahmad Bagja mengatakan, warung amal tersedia di seluruh venue MTQ, Kehadirannya bertujuan memenuhi kebutuhan makanan dan minuman ringan untuk peserta, panitia serta pengunjung MTQ.

“Warung amal disediakan oleh OPD pendamping, makanan dan minumannya beragam. Mulai dari kopi, roti, jajanan pasar hingga bakso yang disediakan oleh DPMPTSP di Masjid Istiqomah,” ujarnya.

Menurutnya, makanan yang disediakan di warung amal diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Kehadiran warung amal menjadikan peserta dan pengunjung MTQ semakin nyaman dalam mengikuti perlombaan. “Jadi tak perlu jauh-jauh makan dan minum bisa di sekitar arena MTQ,” ucapnya.

Selain warung amal, Panitia juga memfasilitasi pelaksanaan MTQ dengan posko kesehatan yang tersebar di delapan lokasi. Selain pertolongan pertama, tenaga medis yang bertugas melayani pemeriksaan kesehatan bagi peserta, panitia bahkan pengunjung MTQ. “Sebagai tuan rumah, kami memfasilitasi berbagai keperluan selama pelaksanaan MTQ termasuk tenaga medis yang bersiaga di arena MTQ,” katanya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here