Jelang Natal dan Tahun Baru, Persediaan Bahan Pokok Aman

SERANG, (KB).- Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten memastikan persediaan bahan pokok menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2018 dalam kondisi aman. Selain itu, harga di sejumlah pasar induk se-Banten juga relatif stabil.

Kepala Disperindag Provinsi Banten, Babar Suharso mengatakan, sejauh ini jumlah permintaan masyarakat terhadap bahan pokok tidak mengalami peningkatan signifikan, sehingga persediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman. “Jadi alhamdulillah harga relatif stabil, dan stok juga cukup,” katanya kepada Kabar Banten ditemui di halaman Masjid Raya Albantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (19/12/2017).

Memang, kata dia, ada beberapa komoditi yang berkurang, harganya juga cenderung meningkat, seperti cabai. “Itu memang karena gangguang cuaca. Cabai berkurang pasokan di pasar sehingga harga agak naik. Jadi bukan karena lonjakan permintaan yang sangat meningkat,” tuturnya. Menjelang Natal dan tahun baru, pihaknya sudah berupaya melakukan operasi pasar bersama Badan Urusan Logistik (bulog).

Membawa komoditi utama yang biasa menjadi kebutuhan pokok masyarakat. “Operasi pasar bukan karena kenaikan, cuma memang untuk menstabilkan harga,” katanya. Operasi tersebut menyasar sejumlah pasar induk di Banten, seperti Pasar Induk rau (PIR) dan Pasar di Kota Cilegon. “Ada beberapa Pasar yang menjual gula di atas HET (harga eceran tertingg). HET Rp 12.500 ditemukan ada yang sampai Rp 12.600 sampai Rp 12.800. Nah ini digelontorkanlah gula,” ujarnya.

Mantan Kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten ini menuturkan, pada 2018 pihak terus berupaya menjaga kesetabilan harga sebagai salah satu langkah mendukung visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. “Kita lanjutkan stabilisasi harga,” ujarnya. Selanjutnya, dukungan terhadap visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur juga dilakukan dengan merealisasikan pembangunan Pusat Distribusi.

Pusat Distribusi merupakan gudang yang digunakan untuk menampung persediaan bahan pokok. Tujuannya agar stok bahan di Banten terus aman. “Untuk memenuhi stok distribusi kita mengutamakan hasil petani lokal dari wilayah Banten. Seperti beras, kan kalau hasil hitungan statistik sebetulnya surplus, atas kesurplusannya harus kita simpan di Banten, sehingga kalau Banten butuh tidak perlu mendatangkan dari daerah lain,” tuturnya.

Pengelolaan Pusat Distribusi akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Tahapan pembentukan BUMD sendiri sudah masuk ke pembuatan rancangan Raperda. “(BUMD) bertugas sebagai yang mengatur tataniaga komiditi. Disamping tata niaga agro lainnya, juga bahan pokok penting dalam rangka menjaga harga.

Kemudian di luar komoditi itu untuk kesejahteraan petani, kaya kita punya tangkil dan gula arena,” katanya. Pembentuan BUMD tersebut dinilai dapat menjadi solusi untuk mengangkat kesejahteraan petani Banten. “Mereka (petani) berproduksi ada jaminan pasar oleh BUMD. Mulai tahun 2018 kita siapkan pararel, kita siapkan pusat distribusi, dan BUMD yang akan mengelola,” katanya. (SN)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here